Minggu, 23 Juli 2017

[Dunia] Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Terbesar AS-Australia

Kapal mata-mata China, Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class, dilaporkan mengintai latihan perang AS-Australia di Queensland. [Foto/ABC News]

Sebuah kapal mata-mata canggih China mengintai latihan perang internasional terbesar yang digelar Amerika Serikat (AS) dan Australia di Queensland. Pejabat militer AS menyebutnya sebagai pengintaian yang tidak biasa.

Dalam beberapa pekan terakhir, kapal mata-mata China dilaporkan telah berkeliaran di lepas pantai Alaska, Guam, India, dan sekarang kapal serupa berada di lepas pantai Queensland.

Departemen Pertahanan Australia mengonfirmasi kepada ABC News, Sabtu (22/7/2017), bahwa kapal mata-mata China telah berkeliaran di perairan internasional, memantau, menyadap komunikasi, sinyal dan gerakan radar.

Latihan perang bertajuk “Operation Talisman Sabre (TS17)” sudah dimulai sejak pekan lalu dan berlangsung selama sepuluh hari. Manuver besar-besaran ini dilaporkan melibatkan sekitar 30.000 tentara gabungan kedua negara.

TS17 adalah latihan gabungan angkatan laut, udara dan darat yang dimaksudkan untuk menguji dan mengembangkan interopabilitas pasukan Australia dan AS. Latihan ini juga menjadi kesempatan pertama salah satu kapal selam baru Australia, HMAS Camberra, terlibat dalam peristiwa berintensitas tinggi.

Kapal China tetap berada di luar perairan teritorial Australia namun berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Australia di Laut Coral,” kata pihak Departemen Pertahanan Australia. ”Kehadiran kapal belum mempengaruhi tujuan latihan,” lanjut departemen tersebut.

Kapal tersebut dilaporkan merupakan kapal Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Kapal ini tercatat sebagai salah satu kapal mata-mata terbaru dan salah satu kapal paling canggih di dunia.

Euan Graham, pakar dari The Lowy Institute mengatakan kepada ABC News bahwa kehadiran kapal tersebut berpotensi menjadi provokasi.

Saat ini apa yang kita lihat adalah standar ganda di mana China memilih wilayah 'Law of the Sea' yang disukai dan menolak untuk menerapkan yang bukan,” ujar Graham. (mas)

  ⚓ sindonews  

Enam BUMN Pertahanan Siapkan Alat Marketing Bersama

⚓️ Seriusi KonsolidasiSalah Satu desain produk BUMNIS

Demi memenuhi Peta Jalan (roadmap) BUMN 2015-2019 yang telah ditetapkan Kementerian BUMN, sebanyak enam Badan Usaha Milik negara Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam kluster National Defence and Hightech Industry (NDHI) seriusi konsolidasi pemasaran dan promosi produk secara bersama, Hal ini dilakukan melalui website gabungan yang siap diresmikan pada perhelatan Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2017, September mendatang.

Website NDHI ini harus menjadi sarana konsolidasi dalam promosi produk bersama. Jika konsisten, maka website ini akan berdampak pada penghematan biaya promosi masing-masing perusahaan,” ucap Asisten Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Yuni Suryanto, pada Rapat Teknis Persiapan Pameran Bersama dan Soft Launching Website Kluster National Defence and Hightech Industry (NDHI) bersama Kementerian BUMN, di Garut, Jumat (21/07).

Yuni mengungkapkan, website konsolidasi ini nantinya akan menjadi virtual aset bisnis bagi BUMN untuk pemasaran produk dan jasanya. Apalagi, target pemasaran masing-masing perusahaan memiliki portofolio bisnis dan area beragam. Hasilnya, sinergi ‘jualan bareng’ NDHI pun akan berjalan sesuai dengan Roadmap BUMN 2015-2019 yang telah ditetapkan Kementerian BUMN.

Ketua Konsolidasi BUMNIS INDONESIA Mamat Ruhimat ikut menambahkan, website gabungan ini bisa dibilang memiliki unsur strategis. Sebab, media ini akan menjadi pilot project bagi perusahaan holding lainnya. “Website NDHI ini bisa jadi contoh bagi holding lainnya untuk promosi dan publikasi bersama,” ujarnya.

Konsolidasi ini pun tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar target penjualan, tapi juga penggodogan sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama. Publikasi yang telah berjalan di antaranya media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN. Publikasi bersama ini juga akan dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo 2017. Menurut Mamat, konsep publikasi ini dilakukan sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.

Pada tahun ini, enam perusahaan kluster NDHI ini terdiri dari PT DAHANA (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero) ini sepakat mengejar target penjualan melalui Indonesia and Business Development Expo (IBD) dan RiTech Expo 2017.

Dua perhelatan besar yang diadakan pada Agustus dan September 2017 akan menjadi ‘gong’ sinergi pemasaran NDHI dan ajang untuk mengekspos BUMNIS INDONESIA kluster NDHI yang resmi dibentuk 22 November 2015 silam pada momen Focus Group Discussion (FGD) Menteri BUMN dengan Direktur Utama seluruh BUMN. ”Targetnya, publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI,” tambahnya.

  ⚓️ BUMN  

Pedidikan Sustek Radar 2017

⍟ Danlanud Adisoemarmo tutup pendidikan Sustek Radar 2017Ilustrasi radar TNI AU [kohanudnas]

Komandan Landasan Udara Adi Soemarmo Kolonel Pnb M Tonny Harjono telah menutup Pedidikan Sustek Radar 2017 di Gedung Mohammad Iwan Lanud Adi Soemarmo Karanganyar, Jateng, Jumat.

Pada acara penutupan Pedidikan Sustek Radar Plessey AR-325 Commander" Angkatan ke-18 dan "Thomson TRS" Angkatan ke-16 pada tahun ini diikuti sebanyak 20 siswa.

Harjono mengimbau para mantan siswa untuk terus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi perkembangan dinamika tentang radar yang selalu diiringi dengan perkembangan teknologi.

"Kami imbau mantan siswa menyadari pentingnya peran radar bagi pertahanan negara, sehingga terus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi perkembangan dinamika tentang radar," kata Danlanud.

Harjono mengatakan agar para mantan siswa untuk selalu belajar dan berlatih.

"Jangan hanya membatasi diri dari segi pengetahuan, tetapi juga harus diiringi dengan keterampilan yang memadai," kata Danlanud.

Oleh karena itu, kata Danlanud, prestasi dapat dicapai dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa.

Menurut Danlanud, radar merupakan komponen utama dengan salah satu tugas melakukan peringatan dini (early warning) terhadap adanya kedatangan objek-objek di suatu wilayah udara.

"Jika ada suatu objek terdeteksi oleh radar, maka identitas itu dapat dengan mudah diketahui pada layar monitor," tegasnya.

Danlanud berpesan agar para mantan siswa terus belajar dan berlatih dimanapun dan kapanpun. Tetap semangat dalam mengabdi dan berkarya, serta berikanlah yang terbaik bagi institusi TNI AU. (U.B018/J008)

  antara  

Sabtu, 22 Juli 2017

Satradar 215 Congot Mulai Instalasi

⍟ Radar Baru Seharga Rp 190 MiliarProses instal radar Weibel MR2 di Congot, Kulonprogo [Sorot]

Radar portable jenis Weibel MR 2 yang didatangkan dari Mabes TNI AU di Jakarta telah tiba di markas Satuan Radar (Satradar) 215 Congot TNI AU, Kamis (20/07) kemarin. Pada hari ini, personel Satradar 215 Congot mulai melakukan instalasi radar baru yang diperkirakan seharga Rp 190 miliar.

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum radar canggih tersebut bisa dioperasikan. Untuk bisa menggunakan radar canggih tersebut, radar harus benar-benar terletak pada tanah dengan kondisi datar. Untuk mengetahui tingkat kedataran tanah dilakukan proses leveling.

Kemudian, setelah proses leveling selesai, proses selanjutnya yakni penentuan true north atau utara sebenarnya.

Proses selanjutnya yang harus dilakukan yakni menghubungkan antara radar Weibel dengan sambungan sistem komunikasi transmisi data. Setelah melalui proses itulah baru radar Weibel bisa dioperasikan.

Joko sendiri menyebut bahwa untuk melakukan instalasi, dibutuhkan waktu sekitar 1 minggu.

  Sorot  

Panglima TNI Minta DPR 'Bujuk' Menhan

Belikan Alutsista ModernSu 35 Rusia [google]

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berharap Komisi I DPR dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu segera membahas pembelian alutsista Sukhoi 35 dan kapal selam Kilo Class milik Rusia. Tujuan tersebut agar TNI bisa memiliki alutsista modern.

"Mudah-mudahan dengan ini Komisi I bisa menekan menteri pertahanan bu (Megawati), agar Sukhoi 35 dan kapal class kilo bisa terwujud bersama-sama angkatan udara dan angkatan laut," kata Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara pembekalan yang dihadiri Komisi I DPR di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).

Dalam acara tersebut, turut hadir Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Ketum PDIP tersebut juga sempat memberikan pembekalan kepada calon perwira remaja TNI pada acara yang sama.

Menurut Jenderal Gatot, pesawat F5 Tiger yang dimiliki Indonesia tidak bisa terbang. Apalagi pembelian pesawat Sukhoi 35 dan kapal selam Kilo Class sudah rencana program Minimum Essential Force (MEF), namun belum terwujud pembelian pesawat tersebut.

"Pesawat F5 Tiger tidak bisa terbang, kami sudah mencanangkan Sukhoi 35 pada 1,5 tahun program sampai sekarang belum ada mumpung ada komisi I," kata Gatot.

Selain itu, Gatot mengatakan negara Korea Selatan dan Vietnam juga sudah membeli kapal selam Kilo Class. Namun Indonesia belum memiliki kapal selam tersebut.

"Bahkan sekarang Korsel beli kapal class kilo, dan Vietnam sekarang berani di perbatasan karena memiliki kapal selam class kilo. Dan mudah-mudahan disampaikan ini memicu dan pemicu komisi I, TNI bisa membeli alutsista pada jaman ibu dulu," ucap jenderal bintang 4 itu.

"Dan sekarang ini seperti yang Ibu Mega sampaikan tadi bahwa kita harus segera membeli alat utama dalam sistem senjata yang mampu menaikkan kemampuan TNI. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera ada karena sudah lama kosong ini," sambung Gatot. (fai/elz)
 

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...