Senin, 25 Juli 2016

[World] BRP Tarlac participates in its first successful operation

Navy seizes 3 suspected Abu Sayyaf boats in Tawi-Tawi BRP Tarlac

Naval forces seized three speedboats believed owned by the Abu Sayyaf group and took three people into custody Thursday during intensified naval operations against high-sea kidnappings in the waters between Tawi-Tawi and Malaysia.

The Joint Task Force Tawi-Tawi, with its Amphibious Ready Group led by Col. Fernando Gomez, launched the amphibious operations targeting the supporters of Abu Sayyaf group and seized three ‘jungkong’ boats at Panguan Island off Sitangkai town about 10 a.m.

The military said ‘jungkong’ watercraft are Malaysian-style speedboats designed to cut through shallow waters.

The ARG includes BRP Tarlac, the Navy's newest ship. It has a helicopter, a Marine special operations unit and a Navy special warfare detachment on board.

The ARG also apprehended three people who could not produce pertinent identification documents and confiscated a shotgun and ammunition during the raid on the suspected Abu Sayyaf hideout on Panguan Island.

The JTFT is verifying if the seized jungkong speedboats and the three suspects are connected to the recent spate of cross-border.

The military earlier identified the Muktadil Group, a local pirate group linked to the Abu Sayyaf Group, as being responsible for the cross-border abductions.
 

  Philstar  

Kisah Marsekal TNI Agus Supriatna Bertaruh Nyawa dalam "Belly Landing" 1986

A-4 Skyhawk TNI AU [wikimedia] 

Insiden belly landing tahun 1986 merupakan momen yang tidak bisa hilang dari benak Marsekal TNI Agus Supriatna. Inilah peristiwa itu yang akan selalu dikenangnya sebagai batas kehidupan.

Momen itu terekam dalam buku biografi Agus berjudul "'Dingo' Menembus Batas Limit Angkasa" yang diluncurkan secara resmi di Wisma Angkasa, Jalan Wijaya 13, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2016).

Suatu siang, Agus yang memiliki nama panggilan "Thunder-73" menerbangkan pesawat A-4 Skyhawk di Madiun, Jawa Timur. Pangkatnya kala itu masih Letnan Dua.

Ketika hendak mendarat, ia mendapatkan peringatan lewat radio bahwa landing gear sebelah kiri pesawatnya hilang.

Setelah dia cek ternyata benar. Berkali-kali ia mencoba memencet tombol darurat, tetapi roda pesawat tidak kunjung terbuka.

"Komandan Lanud saat itu, FX Suyitno, lalu memberi saya perintah, "Agus, kamu sekarang ke selatan. Di sana ada ladang tebu yang sudah clear. Tinggalkan pesawat (eject)'," kenang Agus dalam sambutan acara peluncuran buku.

Agus menolak untuk meninggalkan pesawat. Ia tidak mau melakukan hal yang sama seperti tahun 1983, di mana kaki kanannya patah karena melakukan eject.

Dengan lantang, Agus mengatakan kepada Komandan Lanud bahwa dia akan melakukan belly landing.

Belly landing merupakan teknik pendaratan pesawat dalam keadaan darurat tanpa menggunakan roda. Mendengar itu, sang komandan marah.

"Danlanud marahin saya. Dia bilang, 'Kamu itu tahu apa enggak bahayanya kalau belly landing? Kamu landing kasar sedikit saja, meledak. Mati kamu. Tapi saya jawab, 'Siap, tidak masalah. Saya akan tetap belly landing'," cerita Agus.

"Danlanud juga sempat tanya, 'Kamu tahu dari mana cara belly landing? Memang sudah pernah lihat?' Saya jawab, 'Di film, Komandan'," lanjut dia.

Meski dimarahi sedemikian rupa, Agus tidak mengendurkan niat. Dia tetap yakin bisa mendarat darurat dengan selamat.

Setelah menenangkan diri, Agus memutar-mutarkan pesawatnya di udara sampai bahan bakarnya nyaris habis. Ia memperkirakan, peluang pesawat meledak atau terbakar semakin kecil jika bahan bakar pesawat habis.

Setelah indikator bahan bakar menunjukkan batas kuning, Agus bersiap mendarat darurat di ladang tebu yang telah dipersiapkan.

"Saat tinggal 30 second bahan bakar akan habis, saya landing. Saya sempat mikir, kok ini lama sekali, saya lihat spion ada percikan api. Ternyata engine-nya mati karena bahan bakar habis, lalu pesawat berhenti," ujar Agus.

Pendaratan darurat itu akhirnya berhasil. "Thunder-73" selamat dari maut. Agus membuka kanopi pesawat dan turun tanpa cedera.

Sang komandan yang tadinya marah berubah jadi bangga. Agus dipeluk dan kepalanya diusap-usap oleh sang komandan.

Para senior lainnya pun demikian. Oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara kala itu, Marsekal TNI Oetomo, Agus diikutkan menonton airshow di luar negeri sebagai hadiah.

Kini, 30 tahun berlalu, ia berada di puncak tertinggi kepangkatan TNI. Ia menganggap momen itu sebagai bentuk bahwa dirinya mampu menembus batas.

"Saya pernah baca tulisan orang China tahun 1841. Manusia itu sudah ada jalannya masing-masing. Tinggal manusia menjalankan saja. Kalau menjalankannya begini, akan ke arah sini, kalau menjalankannya bagaimana, akan ke arah sana. Makanya, belly landing itu ibarat limit di dalam hidup saya," ujar Agus.
 

  Kompas  

Minggu, 24 Juli 2016

TNI AL Bikin Kawanan Perompak tak Berkutik

Ilustrasi patroli TNI AL

Anggota TNI AL berhasil membekuk kawanan perompak yang selama ini beraksi di Teluk Balikpapan, Sabtu (23/7) pukul 04.30 Wita.

Mereka adalah Agus (23), Aco (28), Ipan (28), Muri (38) dan Iyan (37). Kelimanya baru saja menggondol tali tross sepanjang 70 meter.

Penangkapan bermula saat tiga anggota Pos TNI AL Balikpapan terdiri dari Edi Rohmadi, Asrori dan Hamdan melakukan patroli menyusuri Kampung Baru Tengah, Kampung Baru Ujung, Pelabuhan Kariangau dan perairan Penajam Paser Utara pukul 04.00 Wita.

Setengah jam kemudian, mereka mengintai sebuah speedboat berwarna biru tanpa lampu penerangan dari arah hulu kawasan Teluk Balikpapan kemudian keluar menuju arah Kampung Baru.

Curiga, petugas kemudian meminta kelimanya berhenti dan menepi. Sempat berusaha melarikan diri, namun speedboat yang mereka tumpangi kalah cepat. Saat diperiksa, petugas menemukan tali tross sepanjang 70 meter yang ditengarai baru saja dicuri.

Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Irwan Siagian mengungkapkan, upaya terduga pelaku melarikan diri gagal karena muatan tali tross yang cukup berat. Kelimanya pun diamankan.

Selain tali berharga jutaan rupiah itu, sebuah kotak accu juga ikut diamankan. "Diamankan tanpa perlawanan," ucapnya.

Kini, kelimanya tengah diperiksa intensif di Lanal Balikpapan. Danlanal menjelaskan, penangkapan ini adalah hasil penyelidikan tim intelijen TNI AL.

Apalagi dalam beberapa hari terakhir, pihaknya banyak menerima laporan pencurian. “Banyak yang mengeluh sering kehilangan barang berharga," terang Danlanal.

Irwan curiga, bukan tak mungkin mereka terlibat dalam rentetan aksi kejahatan lainnya. "Penindakan hukumnya kami akan serahkan ke Polres Balikpapan," tuturnya.

Hasil pendalaman sementara, lokasi perompakan terjadi di kapal PT Massa yang beroperasi di Sungai Riko, kawasan hulu Teluk Balikpapan. Danlanal mengatakan sudah 3 kali kawanan ini melakukan perompakan.

Terhadap perompakan, Irwan menegaskan, Lanal Balikpapan tidak akan tinggal diam terhadap potensi ancaman gangguan laut. Belakang ini, sambung dia, pihaknya juga sedang mendalami adanya indikasi kawanan perompak “berseragam”.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran untuk terus melakukan patroli," ungkapnya. Menurutnya, titik rawan perompakan ada di perairan menuju hulu Samarinda dan Teluk Balikpapan. (*/frz/riz/k18/sam/jpnn)

   JPNN  

[Dunia] Pesawat Tu-22M3 Rusia Hancurkan Dua Markas Komando ISIS

Enam pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3 berangkat dari pangkalan udara di Rusia pada Kamis (21/7) untuk menyerang posisi ISIS di wilayah timur kota Tadmur, serta kota As-Sukhnah, Arak, dan At-Taybah. https://cdn.rbth.com/468x312/37x1/940x627/all/2016/07/14/tu-22m3_long-range_bombers_tass_13360542_1000.jpgTu-22M3 merupakan pesawat pengebom jarak jauh yang kerap diterbangkan dari Rusia sejak 12 Juli untuk menyerang posisi ISIS di Suriah. Sumber: Departemen Pers dan Informasi Kementerian Pertahanan Rusia / TASS  ☆

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi AU Rusia telah menghancurkan dua markas komando dan satu kamp kelompok teroris ISIS di Suriah dengan menggunakan enam pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3, demikian dilaporkan RT.

Keenam pesawat berangkat dari pangkalan udara di Rusia pada Kamis (21/7) untuk menyerang posisi ISIS di wilayah timur kota Tadmur, serta kota As-Sukhnah, Arak, dan At-Taybah.

Berdasarkan gambar yang kami terima, serangan udara tersebut menyasar dua markas komando, para milisi, serta kendaraan tempur milik ISIS,” terang pihak kementerian.

Untuk mengetahui posisi teroris, peralatan intelijen canggih, termasuk satelit, turut dikerahkan sehingga serangan dapat dilakukan secara real-time.

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, pesawat pengebom jarak jauh tersebut dikawal oleh jet tempur Su-35 yang ditempatkan di Pangkalan Udara Rusia di Hmeimim, Suriah. Pihak kementerian juga telah menginformasikan AS mengenai serangan tersebut.

Tu-22M3 merupakan pesawat pengebom jarak jauh yang kerap diterbangkan dari Rusia sejak 12 Juli untuk menyerang posisi ISIS di Suriah. Rusia telah menarik sebagian besar pasukan udaranya dari Suriah sejak Maret lalu.

Namun demikian, Rusia tetap mempertahankan kehadiran militer mereka di negara tersebut, seperti di Pangkalan Udara Hmeimim dan Pelabuhan Tartus.

  RBTH  

[RIP] ISIS Klaim Jadi Dalang Bom Bunuh Diri di Kabul Afghanistan

80 Orang Tewas http://images.detik.com/community/media/visual/2016/07/23/e20843dd-50c2-4399-98ca-9a259b28e6fd_169.jpg?w=780&q=90Korban bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan (Moh Ismail/Reuters)

ISIS mengklaim ada di balik serangan bom bunuh diri di tengah demonstrasi kelompok minoritas Hazara di Kota Kabul, Afghanistan. Jumlah korban tewas dinyatakan telah bertambah dari 61 menjadi 80 orang, ratusan lainnya mengalami luka-luka.

"Dua pejuang dari Negara Islam meledakkan sabuk peledak di sebuah demonstrasi Syiah di kota Kabul di Afghanistan," ujar sebuah pernyataan singkat yang dilansir kantor berita Amaq, yang mendukung ISIS seperti dilansir Reuters, Sabtu (23/7/2016).

Menurut kantor berita CNN, Sabtu (23/7), informasi korban bertambah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Afghanistan. Menurut seorang petugas keamanan yang enggan disebut namanya, ada tiga serangan bom bunuh dalam aksi yang berlokasi di Lapangan Deh Mazang.

"Saya melihat puluhan orang jatuh berdarah-darah di sekitar saya, dan ratusan orang melarikan diri," kata seorang jurnalis lepas di Afghanistan, Fatima Faizi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Ismail Kawoosi, menyatakan jumlah korban adalah 64 orang tewas dan 260 lainnya luka-luka. Mereka telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pengobatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyatakan duka yang mendalam atas kejadian ini. Kirby menawarkan bantuan seandainya Presiden Afgahnistan, Ashraf Ghani, ingin melakukan investigasi dan membawa pelaku ke jalur hukum.

"Kami menawarkan bantuan apapun kepada Presiden Ghani jika dia membutuhkan untuk negaranya melakukan investigasi dan membawa pembunuh ke pengadilan," ujar Kirby melalui akun twitternya @statedeptspox, Sabtu (23/7). (rna/imk)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...