Selasa, 23 September 2014

Serangan Kilat Jepang Menggulung Belanda di Kalijati

Awal Maret 1942, di luar dugaan, seluruh kekuatan bersenjata Kolonial Belanda di Pulau Jawa yang diperkuat tentara Sekutu berhasil digulung tentara Jepang hanya dalam hitungan hari. Kekalahan dramatis ini terjadi ketika armada Sekutu dan Belanda di bawah pimpinan Laksamana Muda Karel Doorman dipukul dan dihancurkan armada Jepang di Laut Jawa. Usai keberhasilan tersebut, Jepang melakukan pendaratan kilat di empat tempat di Pulau Jawa, yakni di Merak dekat Serang (Banten), di Pantai Eretan Wetan sebelah barat Indramayu, di Jawa Tengah dekat Rembang, dan di Kranggan Jawa Timur.

 Penyerbuan ke Kalijati 

28 Februari 1942 malam, pasukan bala tentara Jepang pimpinan Kolonel Shoji beserta Divisi Udara III pimpinan Letnan Jenderal Sugawara Michio mendarat di Pantai Eretan Wetan Indramayu (Pantura, Jawa Barat). Pasukan Shoji yang berkekuatan sekira 3.000 personel ini terdiri dari dua batalyon infanteri masing-masing dipimpin Mayor Wakamatsu dan Mayor Egashira, yang dilengkapi sepeda dan panser mendapat tugas merebut kota Bandung. Satu batalyon bergerak ke arah selatan melalui Anjatan, satu batalyon ke arah barat melalui Pamanukan, dan sebagian lagi melalui Sungai Cipunagara. Batalyon Wakamatsu berhasil merebut Pangkalan Udara (Lanud) Kalijati tanpa banyak perlawanan dari Angkatan Udara Inggris yang tengah berjaga.

Pasukan Shoji ini bergerak cepat dan begitu sigap. Kehadiran mereka yang mendadak dan tiba-tiba membuat rakyat Kalijati, Subang dan sekitarnya terkaget-kaget. Pasalnya dalam waktu relatif singkat, Jumat pagi 1 Maret 1942 mereka bermunculan di setiap penjuru kota, terutama di sekitar Lanud Kalijati. Tidak berapa lama, pertempuran sengit pun meletus. Meskipun pasukan Sekutu dan Belanda berusaha keras untuk mempertahankan Kalijati, namun mereka berada dalam kondisi yang kurang siap menerima serangan, karena tentara Jepang menyergap dengan gerak cepat. Serangan tentara Jepang semakin menghebat setelah mendapat bantuan udara yang melakukan pengeboman di Lanud Kalijati.

Dalam waktu relatif singkat Lanud Kalijati jatuh ke tangan tentara Jepang. Lepasnya Lanud Kalijati menjadi pukulan berat bagi tentara Belanda. Mereka berupaya merebut kembali dengan jalan mengerahkan pasukananya melalui Purwakarta dan Subang. Namun usaha ini tampaknya sia-sia belaka, bahkan menimbulkan banyak korban. Usai menguasai Lanud Kalijati dan Kota Subang, Shoji menempatkan pasukannya di Pusat Perkebunan Pamanukan, Ciasem sebagai markasnya dan dari sanalah pasukan Shoji bergerak lagi menuju Bandung.

Sejumlah meriam yang disiapkan Belanda untuk menghadang pasukan Shoji di sepanjang jalan raya Subang-Bandung rupanya kurang efektif. Di luar dugaan, tentara Jepang melakukan perembesan melalui perkebunan teh yang begitu luas dan mereka berhasil melakukan penyerangan mendadak dan menghujani Ciater dengan bom sebagai pembuka jalan. Hal ini menyebabkan pasukan Belanda kocar-kacir dan tidak terkonsentrasi, sehingga pasukan Jepang dengan mudah menghancurkan sekaligus menduduki kubu-kubu pertahanan Belanda di Ciater.

Tanggal 5 Maret 1942, seluruh detasemen tentara Jepang yang ada di Lanud Kalijati yang berhasil menggempur pertahanan Belanda di Ciater, bergerak menuju Bandung. Akibat serbuan ini tentara Belanda yang ada di Ciater mundur ke Lembang sebagai benteng pertahanan terakhir. Selanjutnya pada 6 Maret 1942, Panglima Angkatan Darat Belanda Letnan Jenderal Ter Poorten memerintahkan Komandan Pertahanan di Bandung, Mayor Jenderal J.J Pesman, untuk tidak melakukan pertempuran di Bandung. Ter Poorten menginginkan perundingan, karena Bandung sudah dipadati penduduk sipil, baik wanita maupun anak-anak, sehingga jika pertempuran terjadi akan mengakibatkan korban sipil berjatuhan.

Sore hari tanggal 7 Maret 1942 Lembang jatuh ke tangan Jepang. Keberhasilan Jepang memaksa pasukan KNIL (Koninklijk Netherlandsch Indische Leger)di bawah komando Letjen Ter Poorten melakukan gencatan senjata. Mayjen J.J. Pesman mengirim utusan ke Lembang untuk melakukan perundingan. Kolonel Shoji minta agar perundingan dapat dilakukan di Gedung Isola (sekarang dipakai sebagai Gedung Rektorat UPI, Bandung).

Sementara itu, Jenderal Imamura yang dihubungi Kolonel Shoji memerintahkan agar mengadakan kontak dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkendborgh Strachouwer untuk mengadakan perundingan di Kalijati, Subang pada pagi hari tanggal 8 Maret 1942. Akan tetapi, Letjen Ter Poorten meminta Gubernur Jenderal Tjarda untuk menolak usulan itu.

Mendengar penolakan itu, Jenderal Imamura mengeluarkan ultimatum bernada keras, bahwa: bila pada pagi hari 8 Maret 1942 pukul 10.00 para petinggi Belanda belum juga berada di Kalijati, maka Bandung akan dibom sampai hancur. Sebagai bukti bahwa ancaman itu bukan sekadar gertak sambal, maka sejumlah besar pesawat pengebom Jepang disiagakan di Pangkalan Udara Kalijati.

Melihat perkembangan yang semakin mengkhawatirkan, Jenderal Ter Poorten pemimpin Angkatan Perang Hindia Belanda dihadapkan pada situasi kritis. Akhirnya pada 7 Maret 1942 Letjen Ter Poorten dan Gubernur Tjarda mengutus Mayjen J.J Pesman, untuk menghubungi Komandan Tentara Jepang dalam upaya melakukan perundingan. Namun utusan Belanda ini ditolak mentah-mentah Panglima Imamura. Dia hanya mau berbicara dengan Panglima Tentara Belanda atau Gubenur Jenderal.

Pertemuan yang semula direncanakan di jalan Cagak Subang, akhirnya berlangsung di rumah dinas seorang perwira staf Sekolah Penerbang Hindia Belanda di Lanud Kalijati yang kini menjadi Museum Rumah Sejarah yang lokasinya berada di Komplek Garuda E-25 Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang Jawa Barat.

 Drama 10 Menit 

Perundingan penyerahan kekuasaan dari kolonial Belanda kepada Jepang berlangsung amat singkat. Dalam transkrip perundingan Kalijati terungkap, Jenderal Immamura berbicara stright to the point kepada lawannya, “Apakah Gubernur Jenderal dan Panglima Tentara mempunyai wewenang untuk mengadakan perundingan ini?”

”Saya tidak memiliki wewenang bicara sebagai Panglima Tentara,” jawab Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh.(Kolonel Sus M. Akbar Linggaprana)

  ★ Angkasa  

[World Article] Politisi Australia Minta Mantan PM John Howard Diadili di Mahkamah Internasional

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/84/John-Howard.jpg/220px-John-Howard.jpgMantan Perdana Menteri John Howard

A
ndrew Wilkie, anggota DPR Australia (House of Representatives) dari jalur independen menyatakan mantan Perdana Menteri John Howard memang seharusnya merasa malu karena telah mengirim tentara Australia ke Irak di tahun 2003. Wilkie mengatakan, Howard seharusnya diadili di Mahkamah Internasional atas keputusannya itu.

John Howard dalam wawancara dengan stasiun TV lokal di Australia mengakui dirinya merasa malu setelah mengetahui bahwa senjata pemusnah massal (WMD) yang dituduhkan dimiliki Saddam Husein ketika itu, ternyata tidak benar.

Tudingan bahwa Irak memiliki WMD itulah yang menjadi dasar penyerbuan Irak oleh pasukan multi nasional termasuk Australia di tahun 2003. Kini, mantan PM John Howard menyatakan merasa malu atas informasi yang tidak akurat tersebut.

Menurut Andrew Wilkie, seharusnya John Howard menghadapi tuntutan hukum di Mahkamah Internasional atas keputusannya mengirim tentara ke Irak, berdasarkan informasi yang tidak benar.

"Sejujurnya, saya kecewa karena para jaksa di Mahkamah Internasional belum berpikir untuk meminta pertanggungjawaban John Howard dengan tuduhan konspirasi melakukan pembunuhan massal," tegas Wilkie.

Mantan analis intelijen yang beralih karir menjadi politisi ini menambahkan, "Menyeret Australia ke dalam perang berdasarkan kebohongan adalah satu hal. Namun yang lebih buruk lagi adalah betapa merusaknya akibat perang tersebut bagi banyak orang."

Menurut Wilkie militan ISIS harus dikutuk atas perbuatan mereka, namun ia menambahkan kemunculan kelompok ini berakar dari kejadian Perang Irak 2003.

"Kita seharusnya tidak membubarkan militer Irak, tidak membubarkan birokrasi pemerintahan Irak - dua keputusan yang diambil setelah invasi yang telah membuka jalan bagi anarki yang kini harus kita hadapi," tuturnya.

"John Howard memang seharusnya sangat malu karena dia berbohong kepada rakyat Australia 11 setengah tahun lalu dan menyeret kita ke dalam perang yang tak perlu," tegasnya.

"Perang yang membunuh warga Irak dan yang lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Perang yang menghancurkan negara itu dan telah menciptakan kondisi bagi berkembangnya bukan hanya ISIS tapi juga kelompok lainnya," tutur Andrew Wilkie.

  Tribunnews  

[World Article] Seluruh Kapal Perang India akan Memiliki Fitur Siluman

INS KamortaINS Kamorta [Indian Navy/Wiki Common]

Di masa depan, seluruh kapal perang Angkatan Laut India akan berfitur siluman. Beberapa kapal perang berfitur siluman kini sudah dibangun dan dimiliki Angkatan Laut India, menurut V. Bhujanga Rao seorang petinggi Defence Research and Development Organisation (DRDO) India.

Dr Rao mengatakan bahwa laboratorim DRDO memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan teknologi siluman untuk kapal angkatan laut. Sementara Naval Science and Technological Laboratory (NSTL) akan menjadi fasilitas utama, laboratorium lain seperti Naval Materials Research Laboratory (NMRL) dan Naval Physical and Oceanographic Laboratory (NPOL) juga akan berkontribusi untuk memuluskan tujuan Angkatan Laut India ini.

Dr Rao mengatakan bahwa ada perbedaan dalam merancang fitur siluman untuk kapal perang dan untuk pesawat tempur. Tujuan utama fitur siluman untuk pesawat tempur adalah mengurangi signature inframerah dan radar cross section, sedangkan untuk kapal perang banyak aspek lain yang harus ditangani. Selain menurunkan signature radar dan inframerah, fitur siluman pada kapal juga harus menurunkan signature akustik, magnet, listrik dan dan hidro-dinamik juga harus diminimalkan.

Akan dibutuhkan karakteristik yang 'lebih siluman' pada bagian dek, sehingga banyak komponen logam yang akan diganti dengan bahan komposit. Signature dari lubang pembuangan (knalpot) juga harus diturunkan seminimal mungkin.

"Kami telah (berhasil) melakukan pekerjaan ini. (Kapal-kapal siluman) Kami cukup silent dan mampu untuk menangani musuh-musuh," kata Dr Rao.

Salah satu dari beberapa kapal perang siluman yang sudah dioperasikan India adalah INS Kamorta, yang mulai ditugaskan pada Agustus lalu. Kamorta adalah korvet siluman anti kapal selam dan merupakan kapal perang pertama di Angkatan Laut India yang seluruh sistem senjatanya diproduksi sendiri oleh India.
Senjata bawah air Torpedo VarunastraTorpedo Varunastra, bobot 1,25 ton, kecepatan 38 mil laut per jam dengan lintasan melingkar dalam menyerang target. [Defence Forum India]

Seluruh desain dari kapal-kapal Angkatan Laut India seperti korvet, fregat dan kapal selam akan dilengkapi fitur siluman di masa depan. Dr Rao mengatakan bahwa selain mengembangkan flatform siluman, laboratorium DRDO juga mengembangkan senjata bawah air, seperti torpedo, decoy (umpan) dan ranjau untuk digunakan kapal selam dan kapal permukaan. Torpedo ringan sudah diproduksi dan digunakan oleh Angkatan Laut India. Sedangkan Torpedo canggih lainnya, 'Varunastra' baru akan dikirimkan ke Angkatan Laut India pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Juga versi lanjutan dari decoy yang bernama 'Mareecha' telah diuji coba di lapangan dan telah terbukti cukup efektif. "Kami berusaha untuk menyerahkannya kepada angkatan laut pada akhir tahun ini," kata Dr Rao. Decoy digunakan untuk membingungkan torpedo musuh. Sedangkan ranjau bawah air terbaru India diproduksi oleh KELTRON. Ranjau bahwa air berfungsi untuk menghambat laju pergerakan kapal musuh selama pertempuran.(The Hindu)


  ★ artileri  

Senin, 22 September 2014

[World Article] Muncul ISIS, Eks Bos Pentagon Salahkan Obama

Muncul ISIS, Eks Bos Pentagon Salahkan Obama Presiden AS, Barack Obama disalahkan atas munculnya ISIS di Timur Tengah. | (Reuters)

Eks bos Pentagon, Leon Panetta, mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama harus disalahkan atas munculnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Alasannya, Obama dia anggap gagal dengan menolak mempersenjatai pemberontak moderat Suriah, ketika kritis Suriah pecah tiga tahun lalu. Jika saat itu Obama mempersenjatai pemberontak Suriah, maka mereka bisa mengusir para militan yang berulah di Suriah dan Irak itu.

Obama, kali ini setuju untuk mempersenjatai pemberontak moderat musuh Presiden Suriah Bashar al-Assad, setelah didukung Kongres AS.

Panetta, kepada CBS, yang disiarkan semalam, mengaku bahwa tahun 2012 dia dan Menteri Luar Negeri AS kala itu, yakni Hillary Clinton telah mendesak Obama untuk mempersenjatai pemberontak Suriah. Tapi Obama menolaknya.

"Saya pikir ada kekhawatiran Presiden (Obama), dan saya mengerti. Dia memiliki rasa takut, bahwa jika kita mulai menyediakan senjata, kita tidak akan tahu di mana senjata-senjata itu akan berakhir," kata Panetta, yang merupakan Menteri Pertahanan ketika pasukan AS menarik diri dari Irak pada tahun 2011.

Ketika ditanya apakah tidak mempersenjatai pemberontak Suriah merupakan kesalahan Obama, dia menjawab; ”Saya pikir itu akan membantu. Dan saya pikir kita membayar harga karena tidak melakukan hal itu dalam apa yang kita lihat saat ini dengan munculnya ISIS.”(mas)

  sindo  

Presiden Yudhoyono dijadwalkan kunjungi West Point

Presiden Yudhoyono dijadwalkan kunjungi West PointPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin pagi waktu New York atau Senin Sore waktu Jakarta dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer Amerika Serikat West Point.

Dalam kunjungan tersebut Presiden akan menyampaikan pandangan sebagai pembekalan untuk para kadet di Akademi Militer tersebut.

Kehadiran Presiden Yudhoyono merupakan undangan dari pihak West Point.

"Akan berbicara di West Point atas undangan West Point untuk memberikan pembekalan pada kadet, diperluas forumnya melibatkan kalangan pemikir pertahanan," kata Staf khusus Presiden bidang hubungan Internasional Teuku Faizasyah beberapa waktu lalu disela-sela mendampingi kunjungan Presiden di Amerika Serikat.

Selain akan mengunjungi West Point, Presiden akan menghadiri rangkaian acara terkait sidang tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Faizasyah mengatakan saat menyampaikan pandangan di forum sidang tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presiden akan menekankan antara lain mengenai kesiapan negara-negara mencapai target MDGs dan bagaimana kesiapan mengadopsi program pasca MDGs 2015.

"Sebenarnya berkaitan dengan tema besar mengenai Post 2015 agenda. Kita tetap memberikan penekanan," kata Faizasyah.

Ia menambahkan Presiden ingin menyampaikan pesan bahwa meski ada sejumlah perkembangan isu internasional namun perhatian mengenai agenda pasca MDGs 2015 harus tetap menjadi salah satu fokus internasional.

Rangkaian kegiatan Presiden dalam sidang tahunan PBB akan berlangsung pada 23 September hingga 24 September 2014 setelah itu Kepala Negara beserta rombongan akan bertolak menuju Washington untuk sejumlah kegiatan.

  antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...