Minggu, 28 Agustus 2016

Kembali Membahas SU 35

https://3.bp.blogspot.com/-KhUnsxegzGQ/Ve7jB4cBkJI/AAAAAAAAHnQ/e1cxAahqjAsDDWlcFn53HORPiIhFYmpaACPcB/s1600/0_de54d_da131340_origphotographers%2Bof%2BRussia%2B-%2BMarina.jpgSu 35 Rusia (Marina)

Kembali berita pembelian pesawat tempur Su 35 dibahas bersama Tim dari Moskow.

Menurut Dubes Indonesia untuk Rusia, Rincian kontrak pembelian sedang dibahas dan bilamana lancar, penandatanganan kontrak akan dilakukan akhir tahun ini.

Indonesia tetap berminat dengan pesawat tempur generasi 4++ Sukhoi 35. Untuk menggantikan pesawat tempur F5 Tiger yang sudah usang.

Rencananya Indonesia akan membeli 12 unit pesawat Sukhoi 35. [AEX.ru]

 ♖ Garuda Militer  

Latihan Bersama TNI AU & USAF dalam Cope West 16

http://defence.pk/attachments/17288_806549116091442_6040218972939380165_n-jpg.329663/Ilustrasinya low pass Sukhoi TNI AU (def.pk)

Angkatan Udara dari AS dan Indonesia akan berpartisipasi dalam Cope West 2016 Field Training Exercise di Indonesia 19 – 23 Oktober 2016.

Cope West 16 adalah latihan pengangkutan udara taktis bilateral yang melibatkan angkatan udara AS dan Indonesia. Latihan ini untuk meningkatkan kesiapan gabungan dan interoperabilitas, memperkuat komitmen AS ke Pasifik dan menunjukkan kemampuan AS untuk melakukan operasi pengangkutan udara taktis dalam lingkungan bilateral.

Hal ini juga memungkinkan untuk pertukaran teknik yang berkaitan dengan pengangkutan udara, udara-darat dan pengiriman airdrop khusus untuk pesawat AS dan Indonesia dan mempromosikan stabilitas regional melalui kerjasama dan kesatuan tujuan.

Sekitar 16 personel AS akan berpartisipasi dalam latihan dengan Angkatan Udara Indonesia. Selain itu, salah satu AS Air Force C-130H Hercules dari 36 Airlift Squadron dari Yokota Air Base, Jepang, dan Angkatan Udara Indonesia C-130B Hercules akan berpartisipasi dalam Cope West 2016. [pacaf.af.mil]

 ♖ Garuda Militer  

Latihan Bersama Bakamla dan US Navy

SEACAT 2016 http://defence.pk/attachments/bakamla2-jpg.329610/Tim VBSS Bakamla (def.pk)

Kapal Angkatan Laut Amerika (kapal US Navy) bernama USNS Walter S. Diehl 193 dan KN BINTANG LAUT-4801 Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS, menggelar latihan bersama bertajuk Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) 2016, di Perairan Batam, Selasa (23/8/2016).

Latihan tersebut disaksikan Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar, didampingi Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si., serta Kasubdit Kerjasama Luar Negeri Kombespol Tatar Nugeraha, dari atas KN BINTANG LAUT- 4801.

Southeast Asia Cooperation Against Terrorism (SEACAT) merupakan latihan tahunan Angkatan Laut Amerika Serikat dengan negara-negara maritim di Asia Tenggara yang diikuti oleh unsur-unsur Angkatan Laut dari Amerika Serikat (US NAVY), Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand.

Berdasarkan scenario SEACAT, tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel beserta unsurnya (kapal) Angkatan Laut negara-negara peserta dalam melaksanakan operasi intersepsi maritim (maritime interception operations) dalam kerangka keamanan maritim pada umumnya.

Latihan yang selalu disponsori oleh Amerika Serikat, dalam hal ini US Navy/Pacific Fleet ini, adalah dalam upaya menggalang kerjasama multilateral negara-negara maritim di Asia Tenggara (Navies Partner) untuk menanggulangi segala bentuk ancaman di laut.

Bakamla RI dalam latihan bersama multilateral SEACAT 2016 ikut mendukung dengan mengirim satu unsur KN Bintang Laut-4801 dan 1 (satu) tim URCL/VBSS dan mengadakan latihan bersama dengan kapal US Navy (USNS Walter S. Diehl 193) di 15 NM timur laut Pulau Bintan pada posisi 01⁰ 20’ 00’’ U – 104⁰ 50’ 00’’ T dengan circle 5 NM.

Pengiriman KN Bintang Laut Bakamla RI beserta 1 (satu) tim URCL/VBSS ini merupakan salah satu implementasi mewujudkan Bakamla RI yang memiliki motto Raksamahiva Camudrasu Nusantarasya (Kami Penjaga Lautan Nusantara).

KN Bintang Laut Bakamla RI 4801 dengan Komandan Kapal Mayor Laut (P) Faruq Dedy Subiantoro dengan 24 (dua puluh empat) ABK, Dantim URCL Bakamla RI Kapten Maritim Endy Kurniawan dengan 6 (enam) anggotanya dengan 2 (dua) instruktur URCL Kasubdit Gar Opsla Bakamla RI Kolonel Laut (P) Joko Triwanto dan Kepala Subbag Distribusi Mayor Laut (P) David Hastiadi serta 2 (dua) personel Marinir telah membuktikan kepada dunia bahwa Bakamla RI juga bisa mengirimkan kapal patroli produksi dalam negeri dan memiliki Tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) yang kemampuannya dapat disejajarkan dengan negara lain.

 ♖ mitrapol  

[Dunia] Kapal Patroli M58 Pertama Thailand

Selesai Ujicoba dan Siap DiserahterimakanKapal patroli RTN's M58 Laemsing (561). [Royal Thai Navy]

Galangan kapal Marsun di Samutprakarn telah menyelesaikan serangkaian ujicoba kapal patroli M58 pertama buatan dalam negeri Thailand, Laemsing (561) dipersiapkan untuk diserahterimakan ke Angkatan Laut Kerajaan Thailand, ungkap perusahaan kepada IHS Jane pada hari Jumat, 26 Agustus 2016.

Ujicoba dilakukan di Teluk Thailand pertengahan Agustus, adapun tes yang dlakukan meliputi tes kecepatan maksimum, verifikasi radius putaran, dan ujicoba lainnya, kata sumber dari perusahaan itu.

Laemsing merupakan kapal patroli terbesar yang dibangun oleh Marsun, diluncurkan pada Agustus 2015 di Thonburi Naval Dockyard milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand di Bangkok.

Kapal memiliki panjang sekitar 58 m, lebar 9,3 m, dan draft lambung 2,5 m. Ditenagai tiga mesin diesel Caterpillar tipe 3516C, dengan platform 520 ton dapat mencapai kecepatan maksimal 28 knot, dan kemampuan jelajah 2.500 NM pada kecepatan 15 knot.

Meriam utama Oto Melara kaliber 76/62 mm, sebuah meriam dibelakang dengan kaliber 30 mm, dan dua buah senapan mesin kaliber 12,7 mm.

Laemsing dijadwalkan diserahterimakan kepada Angkatan Laut Kerajaan Thailand akhir tahun ini. Kapal ini difungsikan sebagai pencarian dan penyelamatan, penjaga maritim, dan juga tugas-tugas pelayanan kepolisian. [IHS Jane]

  Garuda Militer  

[Foto] Meneropong KRI REM 331

Foto PKR 10514PKR (Perusak Kapal Rudal) 10514 merupakan pengembangan kapal SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) rancangan DSNS Belanda. Indonesia mendapat transfer teknologi dari Belanda setelah membeli 4 unit SIGMA corvette Diponegoro class.

Konon sewaktu memesan korvet Diponegoro class, Indonesia diberitakan akan mendapatkan transfer teknologi dari Belanda, namun nyatanya kapal Diponegoro class semuanya di produksi di Belanda.

Untuk pengadaan tambahan, Indonesia akhirnya mendapat kesepakatan untuk bisa membangun beberapa modul, dan 2 modul lainnya tetap di produksi DSNS Belanda. Pada tahun 2014, Indonesia memulai membangun kapal pertama PKR 10514 di galangan kapal PT PAL, Surabaya. Diperkirakan akhir tahun ini, kapal dengan nama KRI REM 331 sudah resmi di gunakan TNI AL.

Bila tak ada perubahan, TNI AL akan mendapatkan sekitar 20 unit PKR 10514.


Penampakan ujicoba laut kapal produksi bersama Indonesia dengan Belanda, KRI REM 331. [Baby Cebong]

Ujicoba laut PKR 10514 di laut Jawa bersama satgas KRI REM 331. [anas_nurhafidz@def.pk]

Penampakan belakang kapal produksi bersama DSNS dengan PT PAL, KRI RE Martadinata 331. [Baby Cebong]
pkr2-pt.pal.jpg

 Bonus :  Pemasangan meriam Oto Melara kaliber 76 mm pada kapal kedua Martadinata class, KRI 332 di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya. [pr1v4t33r@def.pk]
   Garuda Militer  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...