Minggu, 30 Agustus 2015

TNI AL Tangkap Otak Pelaku Pembajakan MT Orkim Harmony

Foto: Chiev of Navy Malaysia

Indonesia turut membantu menemukan kapal tanker milik Malaysia, MT Orkim Harmony, yang dibajak Juni 2015 lalu. Dalam perkembangannya, kini jajaran TNI AL juga berhasil menangkap pihak yang diduga otak pelaku pembajakan tersebut.

Adalah satgas anti bajak laut di bawah komando Koarmabar yaitu Western Fleet Quick Response (WFQR) yang berhasil menangkap diduga aktor intelektual pembajakan kapal MT Orkim Harmony. Tersangka yang diketahui bernama Albert Yohanes itu dibekuk di Apartemen Mediterania 1 Kavling 5-9, Jl. Duren Raya, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (27/8).

"Albert Yohanes diduga sebagai aktor intelektual di balik drama pembajakan kapal berbendera Malaysia itu," ungkap Kepala Dispenarmabar Letkol Laut Ariris Miftachurrahman saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (28/8/2015).

Kapal tanker MT Orkim Harmony saat dibajak membawa 6.000 metrix ton BBM sejenis pertamax plus. Awalnya kapal yang membawa 22 ABK termasuk 5 di antaranya WNI tiba-tiba hilang kontak di perairan Malaysia yakni di 17 NM barat daya Pulau Alur pada 11 Juni 2015.

Dalam pencarian, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) melakukan kerjasama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan meminta bantuan kepada TNI AL. Jajaran Koarmabar pun mengerahkan 6 KRI dan 1 Pesud yaitu KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385, KRI Parang-647, KRI Surik-645, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642 dan Pesud Cassa U-618 untuk melakukan pencarian di wilayah perairan Indonesia.
KRI Kujang 642 [pr1v4t33r]

Kapal MT Orkim Harmony akhirnya berhasil ditemukan di Perairan Malaysia pada 18 Juni 2015, namun pihak TLDM tetap meminta unsur-unsur Koarmabar untuk melakukan penyekatan. Delapan orang pelaku perompakan yang merupakan WNI berhasil ditangkap di perairan Pulau Tho Chu Vietnam.

Meski telah cukup lama berlalu, ternyata task force anti bajak laut Koarmabar tetap melakukan pengejaran terhadap otak pelaku pembajakan. Tim WFQR terus memburu hingga akhirnya berhasil menangkap Albert yang juga merupakan WNI.

"Keberhasilan Tim WFQR Koarmabar itu tidak terlepas dari usaha yang tidak mengenal lelah untuk menangkap target utama DPO tersebut dengan melakukan perburuan selama lebih kurang 1,5 bulan," kata Ariris.

"Tidak ada perlawanan darinya saat ditangkap. Dia sepertinya udah curiga karena memang kita kuntit dia sejak lama," sambungnya.

Dalam perkembangannya Tim WFQR IV Koarmabar pada tanggal 20 Juni 2015 menggunakan Sea Raider Yon 10 Mar berhasil menemukan Tug Boat TB Malabo di Perairan Batam. Kapal berbendera Indonesia tersebut diduga digunakan sebagai sarana melakukan perompakan MT. Orkim Harmony.

"Delapan orang perompak masih ditahan otoritas Vietnam. Kalau ABK Tug Boat TB Malabo masih dalam pemeriksaan di Lanal Batam," jelas Ariris.

Sementara tersangka Albert kini berada di Pomal Kelapa Gading dan nantinya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Untuk kelanjutan hukum nasib para tersangka apakah akan diproses di Indonesia atau diserahkan kepada otoritas Malaysia, kata Ariris, itu masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Kalau itu belum tahu, masih tunggu koordinasi selanjutnya ya. Tapi yang jelas nanti yang kita tangkap akan diserahkan ke polisi. Cuma sekarang masih dalam pemeriksaan Pomal. Yang 8 juga masih di Vietnam dalam pengawasan otoritas sana," tutupnya. (elz/hri)

   detik  

[World] Vietnam Melirik Kapal Patroli Cepat India

Nicobar class, kapal cepat patroli buatan GRSE (Mahdi Marizad)

Vietnam tertarik untuk membeli 14 kapal patroli cepat dari perusahaan kapal India, Garden Reach Shipbuilders and Engineers Ltd (GRSE).

Besok, Delegasi dari Vietnam akan mengunjungi fasilitas kami dan mendiskusikan pengadaan 14 kapal patroli cepat untuk pengamanan pantai,” ungkap pejabat GRSE dalam sebuah acara bersama Duta Besar Vietnam.

Verma mengatakan bahwa kapal patroli ini senilai $ 15 million  (220 Milyar Rupiah) perunit.

Pejabat GRSE mengatakan bahwa Delegasi Vietnam juga mengunjungi galangan kapal yang lain, L&T and Pipavav shipyards, namun tidak diketahui apakah akan membeli kapal patroli yang lain.

GRSE selama ini diketahui telah memproduksi sebanyak 18 kapal patroli cepat untuk penjaga pantai.

Kami mempunyai desain, ilmu dan kemampuan untuk memproduksi. Kita telah buktikan dan berharap mendapat order untuk eksport,” ungkap Verma.

Kontrak diharapkan terealisasi akhir tahun dan bila menjadi kesepakatan, merupakan ekspor kedua setelah Galangan Kapal GRSE mengirim kapal untuk Mauritiuss. (DefenseWorld)

   Garuda Militer  

[World] Menebak Masa Depan F-35

Bayangan Suram F-111 http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2015/08/f-353.jpgJet tempur tidak bisa bermanuver, kata para kritikus. Pesawat ini didasarkan pada konsep salah arah, mahal dan sejumlah kritik lain terus menghantam program senjata paling mahal dalam sejarah Pentagon yang melahirkan F-35.

Apakah ini Lockheed Martin F-35 Joint Strike Fighter memang sebuah proyek gagal? Tentu akan kembali mengundang perdebatan jika pertanyaan itu muncul. Tetapi jika mau jujur pesawat ini memang mengambil konsep McDonnell Douglas F-4 Phantom II. Sebuah pesawat tempur-pembom, pengintai dan pesawat radar, pemburu yang membentuk tulang punggung AS, NATO dan kekuatan udara Israel di tahun 1960-an dan 1970-an. Lebih dari 50 tahun kemudian, Phantom masih terbang, seperti terlihat ketika Suriah menembak jatuh RF-4 Turki tahun lalu.

Meski Phantom memiliki banyak penggemar, dia juga memiliki beberapa pencela. Dan banyak dari mereka memberikan kritik tajam seperti sekarang ditujukan pada Joint Strike Fighter.

 Bayang-Bayang F-111 
http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2015/08/f-111_05_c_raaf-e1439748564146.jpgF-111

Membandingkan F-35 untuk proyek pesawat bermasalah lainnya telah menjadi hobi favorit wartawan, analis dan ahli lainnya. Paling menonjol adalah pada 2009 di mana desainer pesawat terkenal Pierre Sprey dan pengawas pertahanan Winslow Wheeler membuat kasus yang menarik bahwa F-35 adalah reinkarnasi dari F-111.

Pesawat sayap ayun F-111 awalnya dibangun pada tahun 1960 sebagai pesawat tempur jarak jauh Angkatan Udara. Kemduian Menteri Pertahanan Robert McNamara dan memutuskan bahwa pesawat ini juga harus menjadi pesawat pencegat berbasis kapal induk untuk Angkatan Laut.

Tapi Angkatan Udara dan Angkatan Laut memiliki persyaratan yang berbeda secara radikal. Angkatan Laut akhirnya memilih mundur dari program tersebut hingga hanya 563 F-111 dibangun untuk Angkatan Udara dan Australia. F-111 muncul dengan biaya yang jauh lebih mahal dari rencana semula, menderita cacat desain yang melumpuhkan dan tidak efektif dalam pertempuran.

Sekarang yang terjadi adalah mengubah ‘F-111′ untuk ‘F-35,'” kata Sprey sebagaimana dikutip War is Boring. “Konsekuensi yang sama, yakni hasil program yang kemungkinan sama.

Tetapi ada yang kurang dari analisa itu. Bahwa jika anggaran untuk F-35 dipangkas karena anggaran pertahanan yang ketat atau kegagalan untuk memenuhi tujuan kinerja, maka mungkin menjadi kegagalan mahal seperti F-111.

Namun faktanya anggaplah bahwa semua atau sebagian besar dari 2.443 F-35 untuk Amerika ditambah lagi 700 atau lebih pesanan asing, benar-benar dibangun dan disebarkan jelas akan menjadi sangat beda dengan F-111. Pesawat ini sepertinya akan menempuh jalur yang digunakan F-4.
Mengikuti Jalur Terjal Phantom http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2015/04/f-4-9.jpgF-4 Phantom

Dengan julukan seperti “Rhino,” “Lead Sled” dan DUFF (“Double Ugly Fat F*cker”), karena bentuknya yang tampak seperti penjahat yang melawan hukum aerodinamis, Phantom adalah bukti bahwa “Batu bata bisa terbang jika Anda memiliki mesin yang cukup besar di atasnya,“ untuk meminjam satu komentar yang terkenal.

F-4 tidak cantik, tapi dia produktif. Sekitar 5.195 F-4 dibangun, menjadi andalan Angkatan Udara AS, Angkatan Laut dan pasukan tempur Marinir, serta jet tempur utama di Israel, Inggris dan Jepang. Phantom menjadi ikon kekuatan udara Barat, jet yang melambangkan perang udara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Pesawat ini juga tidak memulai kariernya sebagai pesawat populer. Sama seperti F-35 yang mulai sebagai pesawat tempur Korps Marinir sampai menjadi multi-service Joint Strike Fighter. F-4 lahir pada tahun 1959 sebagai pencegat berbasis kapal induk US Navy, sampai kemudian McNamara ingin sebuah jet tempur umum untuk semua layanan.

Seperti F-35, F-4 didasarkan pada konsep pertempuran udara masa depan. F-35 juga lahir dari keyakinan bahwa fighter harus menggunakan kekuatan siluman dan memiliki kemampuan untuk berbagi data taktis dengan pesawat untuk mengejutkan dan memilih lawan-lawan mereka.

Sementara F-4 didasarkan pada keyakinan bahwa pertempuran udara akan dilakukan dari luar jangkauan visual dengan menggunakan rudal radar jarak jauh.

Tentu tidak ada yang tahu apakah filosofi desain F-35 akan terbukti benar, tapi jika belajar pada Phantom sepertinya tidak akan salah. Rudal Sparrow yang digunakan ternyata melempem, dan dalam setiap peristiwa pesawat AS dilarang untuk melakukan serangan di luar visual ketika perang di Vietnam Utara. Alih-alih menembak dari jarak jauh pilot F-4 AS justru berkutat dalam dogfights kecepatan rendah dengan pesawat yang kurang canggih tapi jauh lebih lincah seperti MiG-21 dan MiG-17.

Karena diracang untuk tempur jarak jauh, Phantom awalnya tidak memiliki sebuah meriam internal, sehingga meski dia bisa berada di belakang ekor MiG, pilot hanya bisa menggunakan rudal Sidewinder pencari panas. Sementara dua mesin J79 memang memiliki banyak kekuatan tetapi juga banyak asap, sehingga pilot MiG bisa melihat Phantom dari jarak jauh.

Hasilnya adalah bahwa rasio kill Phantom adalah 2:1 di perang Vietnam. Sebuah pukulan yang memalukan ketika melawan MiG yang lebih tua dan berteknologi rendah.

Sprey percaya F-4 adalah sebuah kesalahan. Dia berpendapat AS akan menjadi lebih baik menggunakan pesawat lebih murah seperti A-4 sebagai bomber dan pesawat bermanuver F-5 sebagai dogfighter-nya.

Membeli F-4 untuk USAF jauh tidak lebih efektif dibandingkan A-4 karena berarti kita mengirimkan jauh lebih sedikit bom ke Vietnam dengan biaya dua setengah kali lebih tinggi sementara kehilangan setidaknya tiga kali lebih banyak dari awak pesawat kami,” katanya. “Anda juga akan lebih bauk dengan memberikan 500 F-5 ke USAF untuk pertempuran udara dan 2.500 A-4 untuk pengeboman. Hal itu hanya membutuhkan sepertiga biaya dibandingkan 3.000 F-4 USAF, dan kami akan menghancurkan jauh lebih banyak target darat Vietnam dan setidaknya dua kali lebih banyak MiG."
Penebusan dan Pembuktian http://www.jejaktapak.com/wp-content/uploads/2015/05/f-35c-e1432570346896.jpgF-35C

Dengan berkaca pada kasus Phantom di Vietnam kemudian para ahli melihat masa depan F-35 yang disebut akan menjadi sasaran nikmat bagi pesawat cepat dan super manuver seperti Su-35 dan Su-30 mili Rusia dan J-20 China. F-35 sudah menderita pembengkakan biaya, persoalan perangkat lunak yang kompleks dan belum terbukti untuk memungkinkannya beroperasi dari pangkalan Angkatan Udara, Angkatan Laut dan operator lapangan Marinir.

Jika siluman ini tidak berhasil seperti yang diharapkan dalam perang udara berikutnya, maka kutukan Vietnam akan menjadikan F-35 berada dalam kesulitan.

Sulit untuk menentukan bagaimana nasib pesawat utama Amerika yang telah menelan biaya lebih dari satu triliun dolar. Tetapi jika kembali ke sejarah Phantom waktu yang kemudian menjawab bahwa pesawat ini bisa membuktikan sebagai teknologi yang memang sangat unggul.

Ketika Angkatan Laut merintis latihan tempur udara Top Gun, rasio membunuh AS melonjak dibandingkan di Vietnam. Pilot Israel semula juga nggerundel ketika harus meninggalkan Mirage pada akhir tahun 1960, tetapi kemudian mereka menjadi sangat mencintai fleksibilitas dan daya tahan Phantom.

Jika F-35 tidak terbukti cacat, setidaknya Phantom menunjukkan bahwa bahkan pesawat cacat dapat menebusnya. Jika F-4 menjadi panduan maka sebenarnya F-35 hanya belum dapat membuktikan kemampuannya dengan baik. [National Interest]

  Jejaktapak  

[Foto] KCR Siluman Myanmar

Kapal Cepat Rudal Siluman Myanmar Navy [FAC-M]
http://www.navyrecognition.com/images/stories/news/2015/january/Myanmar_49_meter_FAC-M_2.jpg

Modernisasi Angkatan Laut Myanmar beberapa tahun terakhir berhasil dengan mencoba membuat sendiri kapal perang mereka. Dengan bantuan dan atensi China, perlahan tapi pasti mereka meluncurkan beberapa jenis kapal perang. Salah satunya kapal cepat rudal siluman yang dikenal umum sebagai FAC-M (Fast Atack Craft Missiles).

Kapal dengan panjang 49 meter ini, mengutip Navyrecognition diluncurkan pada tahun 2013 dan yang kedua pada tahun 2014. Myanmar sendiri berencana untuk memproduksi 10 unit jenis KCR yang sama. [Navyrecognition]

http://2.bp.blogspot.com/-Hg-V9VPSrmU/U9Jaf0fmcDI/AAAAAAAAE14/N00VJmB0C8A/s1600/25072014%2BKRI%2BClurit%2B641.jpg

Sepintas desain kapal meniru seperti kapal LCS Amerika, namun beda kelas. Kapal yang merupakan kebanggaan nasional ini diproduksi galangan kapal lokal. Semenjak tahun 1996, Myanmar memulai untuk membangun sendiri kapal perangnya dengan bantuan atensi China.

Kapal cepat ini diyakini menggunakan alutsista dan sensor Rusia atau kemungkinan besar merupakan produksi China. [Navyrecognition]

http://4.bp.blogspot.com/-mPPJtv_Wm5k/VSh57rlc67I/AAAAAAAAjXQ/hvFpIFC9UhA/s1600/MN_5.jpg

Kapal ini merupakan satu dari wacana Angkatan Laut Myanmar menuju Blue Water Navy.

Angkatan Laut Myanmar sejauh ini telah mengoperasikan sebanyak 122 kapal dari berbagai macam tipe kapal.

http://1.bp.blogspot.com/-2iT6286Xi7I/VKf6bV4gbVI/AAAAAAAAhu8/nAmlGMve2hQ/s1600/966766_626115147430644_795598375_o.jpg

Kapal cepat rudal siluman ini memakai senjata utama meriam kanon Ak630 CIWS produk China.

Radar navigasi Furuno, dengan sistem sensor lain yang diyakini merupakan produk China. [Myanmar Navy]

http://4.bp.blogspot.com/-TCm74C3bMVE/VKf6YwgMJ5I/AAAAAAAAhu0/fDdHqpKW3DM/s1600/901410_626115167430642_1277408836_o.jpg

Senjata anti kapal mengunakan rudal C-802 sebanyak 4 unit di belakang, yang mampu melesat dengan kecepatan subsonik sejauh 120 km.

Senjata lain sebagai anti serangan udara mengunakan senjata Zu 23 Rusia atau Type 85 produksi China sebanyak dua unit di posisi B. [Myanmar Navy]

https://3.bp.blogspot.com/-I8FYRD3-Ly8/VKf5mSkcJSI/AAAAAAAAhug/BjVCzoI-aNE/s1600/10636267_728565730532733_5162586429965541625_n.jpg

Selain KCR ini, Myanmar juga membuat terobosan baru dengan membangun kapal frigate siluman dengan nomor lambung  F14.

Kapal KCR siluman ini kalo dilihat kemampuannya, tidak jauh berbeda dari kapal KCR 60 M produksi PAL Indonesia.

  Garuda Militer  

[World] Malaysia Tanda-tangani Kontrak Pengadaan 20 AV-4 First Win 4x4

Chaiseri First Win 4x4 (TAF, Chaiseri, Pantip)

A
ngkatan Tentara Diraja Malaysia telah menandatangani kontrak dengan Chaiseri dan Deftech untuk pesanan awal 20 kendaraan AV-4 First Win 4x4.

Berbicara pada ajang Naval Research Day 2015 yang berlangsung di Navy Hall, Managing Director Chaiseri Metal & Rubber Co. Ltd., Mr Hiran Koolhiran telah mengkonfirmasi kepada ThaiArmedForces.com bahwa Malaysia telah menandatangani kontrak untuk pengadaan 20 kendaraan lapis baja First Win 4x4. Pesanan tahap pertama dari kendaraan yang di Malaysia diberi nama AV-4 ini akan diproduksi bersama perusahaan Deftech dari Malaysia.
"Enam kendaraan yang pertama akan diproduksi di provinsi Phatum Thani dan akan dikirimkan ke Angkatan Tentera Malaysia pada kuartal pertama 2016", tambahnya.

Untuk membuktikan bahwa performa mobil dalam kondisi operasi yang nyata, pengiriman akan dilakukan melalui jalan darat dari pabrik di Pathum Thani ke Malaysia.
Kebutuhan kendaraan lapis baja ini untuk militer Malaysia sekitar 200 unit, First Win 4x4 telah lulus pada uji praktek yang sebenarnya di Malaysia pada tahun lalu. Secara khusus, kemitraan dengan perusahaan Malaysia Deftech akan menyebabkan kedua belah pihak untuk dapat saling bertukar keahlian dalam bidang teknologi.

First Win 4x4 sudah dioperasikan di Thailand sebanyak 25 unit oleh Departemen Kehakiman dan Royal Thai Army. Saat ini perusahaan aktif melakukan pemasaran global dan telah menerima sejumlah pelanggan perspektif, terutama dari negara-negara Timur Tengah. (TAF)

 Berikut Penampakan Video First Win 4x4 Thai Army : 


  Defense studies  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...