Kamis, 05 Mei 2016

[Dunia] Abu Sayyaf Ancam Pemerintah Kanada dan Filipina

https://img.okezone.com/content/2016/05/04/18/1380077/abu-sayyaf-ancam-pemerintah-kanada-dan-filipina-DFyxu3gGsa.jpgMilitan Abu Sayyaf (Foto: Youtube) ☆

Kelompok militan Abu Sayyaf mengancam Pemerintah Filipina dan Kanada. Ancaman tersebut untuk memperingatkan kedua negara bahwa mereka tidak main-main dan akan benar-benar mengeksekusi tiga sandera yang masih ditahan jika uang tebusan tidak segera diterima.

Dalam video berdurasi lebih dari dua menit itu, tampak enam orang militan Abu Sayyaf dengan memakai persenjataan lengkap sedang mengelilingi tiga sandera warga Filipina, Norwegia, dan Kanada. Demikian dilaporkan dari BBC, Rabu (4/5/2016).

Salah satu dari mereka yang menggunakan sorban sebagai penutup wajah mengucapkan kata-kata ancaman kepada Pemerintah Filipina dan Kanada.

Sebelumnya, militan Abu Sayyaf telah mengeksekusi seorang sandera warga Kanada bernama John Risdel. Dia dibunuh karena uang tebusan yang diminta Abu Sayyaf sejumlah USD 6,3 juta terlambat mereka terima.

Sementara itu, militan Abu Sayyaf telah membebaskan 10 WNI setelah Pemerintah Indonesia melakukan komunikasi secara intensif untuk membebaskan para sandera. (FIK)

  Okezone  

[Dunia] India Luncurkan Kapal Selam Scorpene

Produksi Dalam Negeri http://i2.wp.com/jakartagreater.com/wp-content/uploads/2016/05/kapal-selam-scorpene-india-1-e1462291968922.jpg?zoom=1.5&resize=666%2C394Kapal selam scorpene pertama hasil kerjasama dengan Perancis

Kalvari’, merupakan kapal selam kelas Scorpene pertama yang dibangun di galangan kapal Mazagon Dock Mumbai (MDL), India dan untuk pertama kalinya diluncurkan ke laut 2/5/2016. Menurut rincian yang diberikan oleh MDL, kapal selam Scorpene ini berlayar sekitar 1000 jam di bawah propulsi sendiri untuk percobaan pertama di laut, di lepas pantai Mumbai. Selama sortie itu, kapal selam ini menyelesaikan sejumlah tes awal pada sistem propulsi, Auxiliary Peralatan dan sistem, bantuan Navigasi, Alat Komunikasi dan Steering gear. Kapal selam itu kemudian kembali ke pelabuhan di malam hari setelah menjalani prosedur operasi standar.

Peluncuran perdana kapal selam Scorpene menandai tonggak dalam tahap pengembangan kapal selam konvensional India. Uji coba akan diikuti oleh sejumlah percobaan laut lainnya seperti percobaan permukaan, percobaan diving, uji coba senjata, uji kebisingan dan juga menguji kapal selam ke tingkat operasi yang ekstrem. Ujicoba kapal selam ini menjadi fase pembuka jalan bagi lima kapal selam Scorpene lainnya yang akan mengikuti jejak Kalvari.

India bergabung dengan kelompok eksklusif negara pembuat kapal selam pada tanggal 7 Februari 1992, dengan commissioning pertama dibangun kapal selam INS Shalki. Mazagon Dock kemudian melanjutkan untuk commissioning kapal selam lain, INS Shankul, pada tanggal 28 Mei 1994. Kapal selam ini masih dalam pelayanan bahkan dua dekade setelah mereka ditugaskan.

Pada tahun 1999, Angkatan Laut India mencanangkan Rencana Akuisisi kapal selam, dengan roadmap 30 tahun untuk membuat 12 kapal selam pada tahun 2012 dan jumlah itu diperkirakan dua kali lipat pada 2029. Namun sempat terjadi keterlambatan akuisisi, sehingga jumlah kapal selam operasional di Angkatan Laut India turun dan tinggal segelintir, karena adanya kecelakaan yang merusak kemampuan operasional platform yang ada. Sementara, saat ini hanya ada satu kapal selam nuklir INS Chakra yang disewa dari Rusia. Kini dilakukan penyewaan kapal selam kedua dan membangun kapal selam sendiri yang kini mulai menjadi kenyataan.

Kalvari adalah Tiger Shark yang ditakuti, predator laut dalam yang mematikan. Seperti tradisi, kapal kapal selam Angkatan Laut India, namanya dihidupkan kembali setelah dekomisioning. Kalvari, yang juga kapal selam India pertama, ditugaskan ke Angkatan Laut India pada tanggal 8 Desember 1967. Dia telah dinonaktifkan pada tanggal 31 Mei 1996 setelah hampir 30 tahun melayani Angkatan Laut India. Dalam tradisi bahari dia sekarang akan kembali menjelma, yang dilakuka oleh Mazagon Dock, menjadi predator yang kuat dan mematikan, untuk menjaga kepentingan maritim yang luas dan wilayah bangsa India. [Indianexpress.com]

  ♚ JKGR  

RI Segera Bangun 30 Unit Kapal Patroli

Senilai Rp 7,5 TriliunIlustrasi kapal KPLP [pr1v4t33r]

Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp 7,5 triliun untuk membangun 30 kapal patroli kelas I dengan masa pengerjaan selama tiga tahun.

Karolus, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), mengatakan total kebutuhan kapal patroli untuk jajarannya ada sekitar 100 unit kapal, namun tahun ini dalam proses lelang hanya 30 unit kapal dengan nilai per kapal Rp 250 miliar.

Kita sesuai instruksi presiden itu diberikan kesempatan utk bangun 100 kapal kelas I dalam waktu lima tahun secara bertahap. Yang tahun ini 30 unit,” ungkapnya, Selasa (3/5/2016).

Anggaran pembangunan kapal ini akan diambil dari APBN. Untuk pembiayaannya, tahun pertama dibayarkan 40%. Sementara itu, tahun kedua dan ketiga masing-masing porsinya sebesar 30%.

Direktorat KPLP telah melakukan lelang hingga tahap awal yang diikut 42 galangan kapal. Adapun yang lulus dari tahap pra-kualifikasi ini hanya sebanyak 20 galangan kapal. “Langkah berikutnya termasuk data teknis dan penawaran harga. Istilahnya tahap kualifikasi,” katanya.

Tahun lalu, KPLP sebenarnya telah melakukan lelang. Sayangnya, lelang tersebut gagal. Karolus mengaku jajarannya tidak tahu menahu karena proses lelang dilakukan oleh LPSE.

Dia berharap kontrak pengadaan 30 unit kapal patroli kelas I milik KPLP akan diteken pada akhir Juni. “Kalau sesuai dengan pengadaan barang dan jasa akhir Juni sudah kontrak. Kalau tidak ada sanggahan,” katanya.

30 unit kapal akan ditempatkan di lima pangkalan utama a.l. Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Tual dan Tanjung Uban.

Saat ini, KPLP memiliki tujuh unit kapal patroli kelas I, 14 unit kapal patroli kelas II dan 40 unit kapal patroli kelas III. Sisanya, sebanyak 400 unit merupakan kapal KPLP kelas patroli IV dan V yang rencananya ke depannya akan diganti dari bahan fiber menjadi rigid inflatable boat (RIB).

Sebelumnya, dua galangan kapal BUMN nasional dan satu galangan kapal swasta membentuk konsorsium guna membidik lelang pembangunan 30 kapal patroli.

Konsorsium besar itu terdiri dari PT PAL, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) dan PT Krakatau Shipyard (KS) yang bernama KSO PALDKBKS.

April lalu, konsorsium ini tercatat sudah melewati tahap pra-kualifikasi untuk tender pengadaan kapal tersebut. Tahap selanjutnya, konsorsium ini akan mengikuti proses tahap kualifikasi teknis pada Mei 2016.

Askan Naim, Direktur Utama PT Krakatau Shipyard, mengaku kapal patroli yang ditenderkan oleh KPLP kali ini merupakan kapal dengan teknologi canggih (high specs) sehingga akhirnya konsorsium mengandeng PT PAL di dalamnya.

Ini kapal high specs sehingga kita mengandeng PT PAL yang memiliki teknologi dan infrastruktur yang sangat bagus dan sudah diakui di tingkat global dan berkualitas tinggi,” ujarnya.

Bandung Bismono, Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, mengungkapkan pembangunan kapal ini perlu memperhatikan material grade A, proses pembuatan, operasi, tonase, kecepatan, tingkat kepanasan mesin, konsumsi bahan bakar, daya tarik dan lain sebagainya.

Secara detail, dia mengambarkan kecanggihan kapal antara lain koneksi satelit dan automatic start engine hanya dengan menempelkan kartu. Dalam konsorsium ini, porsi pengerjaannya dan pembagian keuntungan dibagi sebesar 35% untuk PT PAL, 32,5% DKB dan 32,5% untuk KS.

   Bisnis  

Rabu, 04 Mei 2016

[Dunia] AS Tolak Jual Jet Tempur F-35 ke Negara Arab

Dukung IsraelPesawat tempur F-35 (Foto: PressTV)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan tidak akan menjual pesawat tempur siluman F-35 ke negara-negara Arab. Penjualan F-35 dikhawatirkan dapat pertahanan udara mereka. Langkah itu dilakukan Pemerintah AS sebagai bentuk dukungannya kepada Israel.

Seperti disampaikan PressTV, Rabu (4/5/2016), Washington akan memberikan pesawat canggih tersebut di Timur Tengah hanya kepada Tel Aviv. Menurut Israel, penjualan pesawat tempur F-35 ke negara Arab akan menandingi keunggulan teknologi pertahanan mereka di kawasan Timur Tengah.

Baru-baru ini, sempat terdengar kabar bahwa AS akan menjual pesawat F-35 kepada negara Qatar dan Kuwait. Terkait hal itu, Pemerintah AS langsung mengumumkan bahwa mereka akan selalu mendukung Israel dan tetap mempertahankan kesenjangan kualitas pertahanan militer antara Israel dengan negara-negara di Arab.

Pada akhir tahun lalu, militer Israel dikabarkan telah menerima pengiriman pertama jet tempur F-35. Pada tahun depan, militer Israel juga dilaporkan akan kembali menerima tujuh pesawat tempur. Untuk menampung pesawat F-35, Israel membangun pangkalan udara di daerah selatan Israel, Negev. (FIK)

   Okezone  

[Dunia] Satu Anggota SEAL Tewas di Irak

Seorang tentara AS dari Pasukan Khusus SEAL tewas di Irak Selatan. Tewasnya tentara AS ini menambah jumlah militer AS yang gugur menjadi 3 orang dalam pertempuran melawan ISIS di Irak.

Pada akhir Maret, anggota Marinir Sersan. Louis F. Cardin, 27, terbunuh oleh tembakan roket ISIS di markas artillery supportnya di dekat Makhmour, Irak utara.

Oktober 2015, Instruktur Militer Sgt. Josh Wheeler, 39, tewas dalam serangan di Irak utara saat misi penyelamatan 70 sandera Irak yang diculik oleh ISIS. Wheeler, anggota dari pasukan elite Delta Force, menjadi penasehat dan membantu pasukan Kurdi yang melancarkan serangan dan terjebak dalam baku tembak setelah timnya membantu mengusir ISIS dengan artileri berat.

Saat ini ada sekitar 5.000 tentara AS yang ditempatkan di Irak. Sebagian besar diantaranya menjadi instruktur pelatih, penasihat militer dan misi bantuan militer.

ABC News melaporkan sekitar jam 09:30 waktu setempat pasukan ISIS menembus garis depan pasukan Peshmerga Kurdi di dekat Irbil. Seorang pejabat pertahanan AS menyatakan ISIS menggunakan bom truk untuk menerobos garis pertahanan pasukan Peshmerga yang terletak sekitar 17 mil sebelah utara kota Mosul yang dikuasai ISIS. Tentara SEAL itu terbunuh oleh ledakan bom setelah pasukan ISIS menyerang posisinya. Tidak ada korban tentara AS lain dalam insiden itu.

Identitas tentara tersebut belum dirilis, namun dua pejabat AS memastikan korban adalah seorang anggota SEAL Angkatan Laut AS.

AS kemudian mendatangkan pesawat tempur F-15, F-16 dan A-10 jet untuk membantu mengusir serangan ISIS. Sementara itu korban dari pihak Peshmerga masih belum diketahui. [ABCNews]

   JKGR  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...