Selasa, 07 Juli 2015

Rahasia Negara, Pembelian Alutsista TNI Tak Dipublikasikan

IFV Badak Pindad [pr1v4t33r]

Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengatakan, pembelian alat-alat tempur utama tidak dapat dipublikasikan ke masyarakat. Meski demikian ia menjamin pengadaan alutsista TNI tersebut tetap dilaksanakan melalui mekanisme lelang.

"Ada hal-hal yang memang dibuka melalui elektronik, tapi khusus alutsista tidak boleh. Yang jelas, semua proses berjalan sesuai aturan perpres," ujar Moeldoko saat dijumpai di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (6/7).

Jenderal bintang empat itu memaparkan, institusinya tidak dapat membeberkan jenis dan jumlahnya alutsista yang dibeli setiap tahunnya. Ia beralasan, TNI menerapkan kebijakan tersebut atas dasar asas kerahasiaan.

Pengadaan barang dan jasa di lingkungan institusi negara diatur pada Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010. Sekitar empat bulan setelah dilantik menjadi presiden, Joko Widodo mengeluarkan perubahan keempat perpres tersebut.

Berdasarkan aturan itu, Moeldoko berkata TNI tidak dapat menentukan sendiri pabrikan yang akan menyediakan alutsista untuk institusinya. "Tidak boleh tunjuk kanan-kiri, semua harus melalui tender terbuka," ucapnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan, selama ini alokasi anggaran untuk pembelian dan perawatan alat tempur utama TNI hanyalah 30 persen dari total anggaran pertahanan nasional. Rendahnya alokasi dana tersebut, menurutnya, memaksa TNI membeli alutsista bekas ataupun menanti hibah dari negara lain.

Presiden Joko Widodo pekan lalu telah memerintahkan Moeldoko dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk merombak manajemen alutsista secara mendasar. Perintah ini keluar setelah pesawat Hercules C-130 yang dioperasikan Skuadron Udara 32 jatuh di Medan.

Tak melulu membeli alutsista dari pabrikan luar negeri, Jokowi mendesak dua petinggi sektor pertahanan itu untuk ikut serta mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dalam rangka memodernisasi alutsista TNI.

Sebagai panglima tertinggi TNI, Jokowi mendesak zero accident di lingkungan TNI. Ia berkata, jatuhnya Hercules C-130 di Medan tidak boleh terulang kembali. (sur)

  ♔ CNN  

Perkuat Perbatasan, Lanud Tarakan di Naikkan Tipenya

Berubah dari Tipe C menjadi Tipe B Falcon Indonesia @ Lanud Tarakan [suromenggolo]

Panglima TNI Jenderal Moeldoko setuju untuk menaikkan tipe Landasan Udara Tarakan di Kalimantan Utara. Peningkatan tipe tersebut guna memperkuat pengamanan wilayah perbatasan yang dalam beberapa waktu terakhir sering dilewati oleh pesawat asing.

"Sudah saya tanda tangan, dari tipe C ke tipe B," ujar Moeldoko, saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/7/2015).

Meski demikian, menurut dia, penambahan alat utama sistem persenjataan akan lebih dulu memperhitungkan kebutuhan pertahanan. Saat ini, Lanud Tarakan merupakan salah satu pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara yang menjaga wilayah perbatasan khususnya yang berbatasan dengan Malaysia.

"Nanti dulu, nanti akan disesuaikan karena Sukhoi sudah di Makassar, F-16 di Pekanbaru dan Madiun. Nanti kalau kami punya pesawat baru, akan kami sesuaikan penempatannya," kata Moeldoko.

Hingga Mei 2015, sudah sembilan kali pesawat perang milik militer Malaysia diduga masuk tanpa izin ke wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan, yaitu Blok Ambalat. Keberadaan pesawat Malaysia terdeteksi oleh TNI Angkatan Udara.

Komandan Lanud Tarakan Letkol Penerbang Tiopan Hutapea mengatakan, penetrasi pesawat asing memasuki wilayah udara Ambalat ini terpantau oleh Satuan Radar 225 Kosek II Kohanudnas di Tarakan, Kalimantan Utara. Menurut Mayor Lek M Suarna selaku komandan satuan radar, pesawat Malaysia sering kali melakukan penetrasi.

Terpantau, sudah sembilan kali pesawat militer negeri jiran lepas landas dari Tawau dan memasuki wilayah Indonesia di atas perairan Ambalat.

  ♔ Kompas  

Butuh bahan peledak, Freeport jajaki kerjasama dengan Pindad

Freeport

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Syamsuddin mengakui saat ini pihaknya sedang menjajaki atau merumuskan kerjasama dengan salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Pindad (Persero). Menurut Maroef, kerjasama yang akan dilakukan telah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

"Kami dalam rangka sekarang merumuskan bentuk kerja samanya karena ada spesifikasi-spesifikasi teknis yang harus kita bahas bersama," kata Maroef seperti dilansir Antara, Selasa (7/7).

Dalam pandangan Maroef, PT Pindad bisa menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan untuk operasi tambang seperti bahan peledak atau alat-alat berat dan ringan. "Itu kan termasuk dalam 'local content' (komponen dalam negeri) ya, kami berkomitmen untuk 'local content' antara lain Pindad," ujarnya.

Dia juga berharap, dengan kerjasama ini bisa mendorong perekonomian bangsa. "Karena itu juga dengan kita bisa memberikan kerja sama dengan BUMN kan juga menjamin, ada 'multiplier effect'-nya, tenaga kerja dan sebagainya," tuturnya.

Menurutnya, BUMN juga memiliki kemampuan dalam menyediakan kebutuhan barang-barang yang diperlukan dalam operasi tambang. "BUMN harus kita tantang sehingga insinyur-insinyur kita juga harus tertantang untuk ke situ ya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan Freeport sudah menyampaikan komitmen untuk investasi sebesar USD 18 miliar yang USD 2,5 miliar di antaranya untuk pembangunan smelter. "Jadi baru saja Presiden menerima kehadiran chairman dari PTFI Pak Jim Moffett. Pada intinya, Pak Jim menyampaikan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, Presiden Joko Widodo memberikan arahan, salah satunya PT Freeport Indonesia meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri atau "local content." [idr]

  ♔ merdeka  

2 Negara Ini Paling Diawasi Panglima TNI Moeldoko

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meninjau pasukan Satuan Koopssusgab saat peresmian pembentukan Koopssusgab Monas, Jakarta, Selasa (9/8/2015). TNI memiliki Satuan Koopssusgab sebagai pasukan khusus anti teror. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dalam paparan mengenai capaian kerja selama masa baktinya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko membahas isu strategis terkait pertahanan internasional. Hal itu dipaparkannya di hadapan Komisi I DPR.

Moeldoko menerangkan, dalam kawasan Asia dan Asia Pasifik, pertahanan Indonesia mendapat tantangan tersendiri dalam menjaga kedaulatan. Hal itu dikarenakan perkembangan ekonomi yang mempengaruhi kekuatan pertahanan negara tetangga.

Dalam paparannya, Moeldoko memberi contoh ketahanan militer Australia dan Tiongkok. Kedua negara itu dipandang Moeldoko sebagai negara yang perlu diwaspadai perkembangan pertahanannya, demi menjaga keutuhan NKRI.

"Australia negara tetangga kita itu telah menggelar sistem radar Jindalee (Queensland, Australia Barat) dengan kemampuan jangkau sejauh 3.000 mil. Bahkan rencananya akan meningkatkan kemampuan surveillance sistem UAV yang daya jangkaunya hingga 40.000 mil persegi, hingga wilayah Indonesia," ujar Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (7/7/2015).

Tiongkok pun menjadi negara yang cukup disorot Moeldoko selama masa baktinya sebagai Panglima TNI. Kekuatan ekonomi dan militer Tiongkok dirasa dapat memengaruhi stabilitas kawasan.

"China jadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Tetapi kondisi real telah menyebutkan telah bersinggungan dengan kawasan kita. Kita terancam kehilangan 58 kilometer persegi dari kawasan yang kita miliki," pungkas Moeldoko. (Ali/Dan)

  ♔ Liputan 6  

PAL Indonesia Lakukan Revitalisasi KRI Arung Samudra

http://2.bp.blogspot.com/-_MeRtlCyNhs/VZqiE-9E7jI/AAAAAAAAlJA/bakX0fKQNBA/s400/di-atas-kri-arung-samudera-kami-bertaruh-nyawa-1qk.jpgKRI Arung Samudra, kapal latih TNI AL (Koran Sindo) ☆

PT PAL INDONESIA
(Persero) saat ini sedang melaksanakan revitalisasi Kapal yaitu KRI Arung Samudra (KRI ARSA) jenis kapal latih yang dimiliki TNI Angkatan Laut, tepatnya di dock “Apung Surabaya”. Kapal tersebut adalah Salah satu kapal latih selain KRI Dewaruci, diawaki oleh 16 personil dengan berbagai keahlian. Banyak penghargaan yang diperoleh sejak 1953 kali pertama Kapal ini membentangkan layar berkeliling dunia. Hingga pernah dilakukan selama 1 tahun dan 1 bulan. Kapal yang pernah dikomandani  oleh beberapa pejabat Tinggi TNI Angkatan Laut, saat ini dikomandoi oleh Mayor Laut (P) Suroto.

Deputi Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Maritim, Dr.Syafri Burhanuddin dan rombongan didampingi oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H, M.A.P, berkenan meninjau KRI Arung Samudra yang saat itu sedang dalam revitalisasi di PT PAL Indonesia dan diterima langsung oleh Direktur SDM & Umum Etty Soewardani turut mendampingi Kepala Divisi Pemeliharaan & Perbaikan, Ismu.

Pada kesempatan tersebut Kapal yang memiliki banyak prestasi dari berbagai kompetisi di dunia ini masih dilakukan revitalisasi guna membantu program Kerjasama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan TNI-AL.

Sukses dengan program Ekspedisi Nusantara Jaya I, KRI ARSA ini nantinya juga dapat berpartisipasi dalam program pengenalan kemaritiman pada pemuda-pemudi Indonesia. Memiliki panjang 39,40 m, lebar 6,45 m, kedalaman (draught) 2,60 m, luas layar 434 m2, diharapkan dapat sukses seperti KRI Banda Aceh – 593 buatan PT PAL Indonesia. Rute yang telah disiapkan ini akan menjadi kesempatan dalam memberikan pengetahunan dan wacana kemaritiman dari kapal yang pernah dikomandani PANGARMATIM pada 1996.

Program yang ditujukan kepada para siswa-siswi untuk dapat mengarungi dan menjelajahi wilayah Indonesia dengan KRI ARSA untuk membatu program pemerintah dengan visi tol laut-nya untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi antara Indonesia bagian barat dan timur. Dengan Revitalisasi ini diharapkan KRI Arung Samudra dapat beroperasi kembali serta dapat bergabung dalam pelaksanaan Sail Tomini yang akan di gelar pemerintah Indonesia pada Agustus s/d September 2015.

  PAL Indonesia  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...