Minggu, 26 April 2015

Fahrschulpanzer, tank latih baru Pusdikkav

http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DSC06093-r.jpg
Para siswa kecabangan Kavaleri TNI AD yang akan ditugaskan mengemudi Main Battle Tank (MBT) terbaru Leopard 2 milik Korps Kavaleri, saat ini sudah kedatangan "alat" terbaik yang didesain untuk melatih kemampuan mengemudi mereka
http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DTV01-WM.jpg
"Alat" tersebut berbentuk sebuah Fahrschulpanzer (secara harafiah: "Tank Sekolah Mengemudi"), atau lebih dikenal sebagai "Drive Training Vehicle" (DTV). DTV adalah alat instruksi pendidikan/latihan mengemudi bagi siswa kecabangan Kavaleri di Pusat Pendidikan Kavaleri TNI AD (Pusdikkav).
http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DTV05-WM.jpg
Seperti terlihat jelas dari tampak luar, DTV adalah Leopard 2 versi non-kombatan. Turret yang biasa ada di MBT Leopard 2 digantikan oleh kabin observasi permanen, dilengkapi dengan jendela yang menghadap depan dan samping. Sementara kanon yang digunakan adalah versi dummy (imitasi). Siswa latih duduk di posisi pengemudi Leopard 2 seperti biasanya, namun instruktur duduk di kabin tersebut, yang sudah dilengkapi dengan sistem kendali override (ambil alih) untuk sistem-sistem kritis. Sistem ini mencakup kelengkapan setir, pedal gas dan rem.
http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DTV08-WM.jpg
Di dalam kabin juga terdapat dua buah kursi untuk siswa latihan lain (cadangan siswa) mengobservasi. Posisi kursi cadangan siswa ini terletak di kiri-kanan kursi instruktur dan diposisikan lebih ke belakang.
http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DTV03-WM.jpg
Tiga kursi di kabin atas sudah dilengkapi dengan dengan helm yang terintegrasi dengan secure intercomm-set, sehingga arahan instruktur kepada pengemudi bisa dilakukan secara langsung, dan arahan tersebut juga diketahui oleh cadangan pengemudi, termasuk koreksi yang diberikan pelatih kepada siswa yang sedang mengemudi. Hal ini meningkatkan efektivitas pelatihan, sehingga saat saat tiba giliran cadangan pengemudi melaksanakan latihan, hasil latihan akan lebih optimal.
http://arc.web.id/images/stories/berita/dtvleopard2/DTV06-WM.jpg
Kabin tersebut dilengkapi dengan vibration damper, untuk mengurangi kebisingan serta getaran, sehingga beban stress kru tank berkurang.

 ♖ ARC  

Bercanda Bawa Bom

Anggota TNI AL dan Lion Air harus Introspeksi Diri http://images.detik.com/content/2015/04/26/10/014256_04242015bandara3_0002.jpgAnggota TNI AL yang berinisial Letkol GW dan manajemen Lion Air perlu sama-sama introspeksi diri. Akibat buruknya pelayanan yang diberikan Lion Air membuat penumpangnya marah dan mengeluarkan candaan yang tidak pada tempatnya. Dampaknya yang menjadi korban adalah para penumpang lainnya yang ada di pesawat tersebut.

"Kejadian pada Kamis (23/4) siang di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tersebut harusnya jadi pelajaran berharga tidak hanya buat Lion Air tetapi juga seluruh operator penerbangan di Indonesia dan para penumpang. Pelayanan yang tidak bagus ditambah dengan komunikasi yang buruk, berakibat fatal," ungkap pakar komunikasi Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya pada Minggu (26/4/2015) tentang kejadian pada salah satu pesawat Lion Air di Bandara Soetta.

Seperti diberitakan kehebohan sempat terjadi di dalam pesawat Lion Air sesaat sebelum keberangkatan di Bandara Soetta beberapa hari lalu. Seorang anggota TNI AL bercanda membawa bom di dalam tasnya dan membuat panik awak pesawat. Akhirnya penerbangan sempat ditunda.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4) siang di Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta. Anggota TNI AL yang dimaksud merupakan anggota Perwira Pembantu Madya Staf Anggaran dan Perencanaan Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) dengan inisial Letkol GW.

"Iya betul ada kejadian itu. Ya dia yang terlibat," ujar Kadispenal Laksma Manahan Simorangkir saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/4/2015).

Menurut Manahan, kejadian itu hanya kesalahpahaman semata. Perwira tersebut merasa kesal kepada pihak Lion yang dinilainya kurang bagus dalam pelayanannya sehingga saat sang pramugari menanyakan apa isi tas itu, Letkol GW ketus menjawab asal.

"Ternyata diawali karena ketidakberesan pelayanan Lion dan yang bersangkutan kesal kemudian sambil guyon (bercanda) cuma ditanggapi serius sama pramugari. Waktu ditanyakan kok isinya berat apa, dia jawan asal 'bom'. Tapi saya rasa sangat berlebihan ya dalam penanganannya," kata Manahan.

"Ketidakberesannya seperti saat yang bersangkutan bertanya tapi malah di-pingpong. Terus nomor seat dobel dan beberapa hal lainnya," sambungnya.

Manahan pun menyesalkan mengapa pihak Lion menyikapi secara berlebihan. Padahal ada cara lebih baik yang bisa dilakukan untuk menghindari keributan. Letkol GW bahkan diusir dari pesawat saat kejadian.

Aqua yang sepuluh tahun terakhir rata-rata setiap minggu lima hingga enam kali naik pesawat ke berbagai kota baik di dalam maupun di luar negeri menambahkan bahwa bukan rahasia lagi jika selama ini banyak penumpang mengeluhkan buruknya pelayanan Lion Air. Sehingga tidak heran kalau ada yang menyampaikan komplain serius ke pihak Lion Air.

Namun di sisi lain, ujar Aqua, penumpang yang kesal akibat buruknya pelayanan yang diterima tidak boleh bicara seenaknya. Apalagi yang mengancam keselamatan penumpang lainnya.

"Di dunia penerbangan ancaman bom tersebut dianggap sangat serius dan sensitif sekali. Meskipun diucapkan secara bercanda, oleh awak kabin bisa dianggap serius. Urusannya akan jadi panjang seperti yang dialami seorang perwira menengah TNI AL itu. Beberapa kali kejadian di banyak negara yang penumpangnya terpaksa diturunkan dari pesawat karena candanya dianggap keterlaluan oleh pramugari," ungkap Aqua yang sejak lama mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).

Terkait dengan ancaman bom, terakhir minggu lalu tepatnya Jumat, (17/4/2015) pukul 07.20 WITA pesawat Batik Air (satu Grup dengan Lion Air) dari Ambon tujuan Jakarta mendapat teror bom lewat pesan singkat yang diterima oleh petugas menara ATC di Ambon. Akibatnya, pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros.

Petugas menara ATC di Bandara internasional Pattimura Ambon pada pukul 07.05 WITA menerima pesan ancaman bom. Kemudian meneruskan info tersebut ke pilot pesawat Batik Air. Sehingga diputuskan mendarat darurat di Makassar.

Aqua menyarankan kepada manajemen Lion Air untuk lebih serius dan sungguh-sungguh memperbaiki pelayanannya ke calon penumpang dan penumpang. Jika itu tidak dilakukan, kejadian yang sama setiap saat bisa terulang di pesawat Lion Air lainnya. Itu dapat menurunkan citra dan tingkat kepercayaan konsumen ke Lion Air.

"Perlakukanlah seluruh penumpang dengan manusiawi. Standar pelayanan yang baik ke calon penumpang dan penumpang agar dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh karyawan Lion Air terutama yang bertugas di garda depan yang berhadapan langsung dengan para konsumen. Mereka harus sadar bahwa gaji setiap bulan yang diterima dan berbagai fasilitas yang mereka rasakan, sebagian besar berasal dari uang tiket yang dibayarkan penumpang. Maju tidaknya Lion Air tergantung penumpangnya," tegas Aqua.

Dalam pengamatan mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini, kelemahan utama para karyawan Lion Air adalah di bidang komunikasi terutama dalam mengatasi masalah atau komplain. Begitu ada calon penumpang atau penumpang yang emosi dan marah-marah sebab tidak dilayani dengan baik sesuai standar yang ada, biasanya sebagian pegawai kelabakan menghadapinya.

Kementerian Perhubungan, lanjut anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini, harus secara serius mengawasi pelayanan seluruh operator pesawat terbang termasuk Lion Air ke penumpangnya. Jika ada yang melayani tidak sesuai standar atau buruk, jangan ragu-ragu untuk memberikan sanksi tegas.

"Tindakan tegas terkait dengan standar pelayanan tersebut sangat penting sebab menyangkut kesinambungan pelayanan operator pesawat terbang ke para penumpangnya. Ini juga ada hubungannya dengan citra Indonesia terutama di bidang transportasi udara di mata dunia internasional," ujar Aqua.

Sedangkan bagi Letkol GW dan calon penumpang lainnya baik anggota TNI, Polri, maupun sipil, tambah Aqua, agar kejadian tersebut dijadikan pengalaman berharga sehingga tidak terulang kembali di masa datang. Marah dan emosi boleh saja apalagi jika itu disebabkan pelayanan yang buruk. Cuma jangan sampai mengeluarkan kata-kata ancaman yang membahayakan dunia penerbangan sipil.

Letkol GW yang bertugas di Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) agar mencontoh keteladanan Panglimanya, Laksamana Muda TNI Ahmad Taufiqoerrachman yang selalu menghormati dan menghargai orang lain. Meskipun jabatannya tinggi dengan pangkat bintang dua atau Laksamana Muda, namun dalam kesehariannya sangat rendah hati. Sama sekali tidak sombong dan arogan.

"Pak Taufiq selama ini selalu menghormati orang lain dan tidak bersikap mentang-mentang. Meskipun jabatannya tinggi dan membawahi sekitar 11 ribu prajurit TNI AL namun beliau rendah hati sekali. Saya tahu persis tentang itu sebab sudah lama mengenal beliau secara pribadi," pungkas Aqua yang pertengahan Maret 2015 lalu selama empat hari menyertai kunjungan kerja Taufiq di Kepulauan Riau.(asy/kha)

 ♖ detik  

[Foto] Nbell 412 TNI AD keluar kandang

Helikopter Nbell 412 hasil rakitan PT Dirgantara Indonesia
http://defence.pk/attachments/160494_20150424033634-jpg.217435/
Salah satu produksi PT Dirgantara Indonesia siap melaksanakan tugas. NBell dengan nomor register 4127 ini siap diserahkan ke Penerbad TNI AD. [Ikyu San]
http://defence.pk/attachments/160494_20150424033711-jpg.217436/
No register 4130 menandakan minimal 4 unit telah selesai di rakit PT DI dan siap di serahkan ke Penerbad di Bandung. [Ikyu San]

 ♖ Garuda Militer  

Rheinmetall melewati tes penerimaan untuk Simulator Leopard 2 Indonesia

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2015/04/MBT_Leo_simulation.jpgMBT Leo simulation (rheinmetall-defence.com)

Rheinmetall hari ini mengumumkan bahwa mereka telah berhasil lulus tes penerimaan untuk Leopard 2 simulator untuk Angkatan Darat Indonesia.

Rheinmetall telah menghasilkan simulator mengemudi dan gunnery simulator systems untuk melatih Leopard 2 untuk personil Indonesia. Proyek ini bernilai beberapa juta euro.

The Leopard Gunnery Skills Trainer (LGST) dan Driver Training Simulator (DTS) secara khusus dirancang untuk pelatihan awak tank Leopard 2A4 , dan terutama akan digunakan untuk keahlian penggunaan meriam dan melatih keterampilan para komandan, penembak dan pengemudi.

Produk simulasi Rheinmetall menggabungkan mesin permainan dalam hal visualisasi dengan pelatihan hasil-hasil simulator.

Selama Maret 2015 delegasi dari Indonesia melakuan tes penerimaan pabrik (FAT) di Rheinmetall dan kedua simulator telah berhasil mereka lewati. Pengiriman dan pemasangan simulator akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Kontrak ini dan kemajuan yang cepat memberikan kepercayaan global pada Rheinmetall’s simulation technology dan keahlian tank tempur utama. (defenseworld.net)

 ♖ JKGR  

[World] Disergap ISIS, Jenderal dan 3 Perwira Irak Tewas

http://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2015/04/25/43/993799/disergap-isis-jenderal-dan-3-perwira-irak-tewas-zqC.jpgISIS menyergap konvoi militer Irak, seorang jenderal dan tiga perwira Irak tewas. (Al Arabiya/AP)

Kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) menyergap konvoi militer Irak pada hari Jumat dengan buldoser yang membawa bahan peledak. Serangan di Nadhem al-Taqseem itu menewaskan seorang jenderal dan tiga perwira militer Divisi 1 Fallujah.

Dalam penyergapan itu, ISIS menugaskan pembom bunuh diri untuk menyerang konvoi Humvee. Sedangkan militan ISIS lainnya melepaskan banyak tembakan.

Para korban tewas itu adalah Jenderal Hassan Abbas Toufan, seorang kolonel, dua letnan kolonel dan seorang perwira intelijen Irak. Menurut pejabat militer Irak yang berbicara secara anonim karena tak berwenang menyamapaikan informasi kepada media, belum ada laporan terkait jumlah tentara yang tewas dalam serangan ISIS itu.

Laman Al Arabiya, pada Sabtu (25/4/2015), serangan ISIS tersebut merupakan kemunduran bagi tentara Irak, setelah sebelumnya terlibat pertempuran sengit untuk merebut kembali provinsi Anbar barat, Irak, dari tangan ISIS. Pertempuran itu saat ini difokuskan di Ibu Kota Provinsi Anbar, Ramadi.

Sebelumnya pada hari Jumat, tentara Irak telah merebut kembali jembatan penting al-Houz atas Efrat di Ramadi barat. Menurut pejabat polisi Irak, Kolonel Mahdi Abbas, jembatan itu menjadi rute utama pasokan logistik dan senjata untuk militan ISIS.

Di hari yang sama, ulama Syiah yang paling dihormati di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, juga mendesak para politisi negara itu untuk mengakhiri semua sengketa dalam rangka menghadapi tantangan politik, ekonomi dan keamanan yang dihadapi negara.

”Adalah penting bahwa saudara-saudara (politisi) harus keluar dengan solusi akhir dan drastis untuk mengatasi masalah,” kata al-Sistani selama khotbah Jumat, di kota suci Syiah, Karbala.(mas)

  sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...