Jumat, 01 Agustus 2014

[World News] Serangan Israel ke sekolah PBB di Gaza

Sekolah PBB di GazaPBB mengatakan Israel sudah diberitahu tentang warga sipil sampai 17 kali.

Israel melancarkan serangan ke sebuah sekolah PBB di Gaza yang menampung pengungsi walau sudah diperingatkan warga sipil yang berlindung di sana.

Seorang juru bicara Badan PBB, UNRWA, Chris Gunness, mengatakan anak-anak dibunuh ketika mereka sedang tidur bersama orang tuanya di ruang kelas di Jabaliya yang jadi tempat penampungan pengungsi.

Dia menambahkan Israel sudah diberitahu sampai 17 kali kalau sekolah itu dihuni penduduk sipil yang mengungsi.

"Terakhir kalinya beberapa jam sebelum serangan yang mematikan. Pengkajian awal kami menyimpulkan meriam Israel adalah yang menghantam sekolah kami," tegasnya.

Sedikitnya 15 orang tewas dan lebih dari 90 lainnya cedera.

Militer Israel mengatakan penyelidikan awal menemukan bahwa tentara membalas serangan roket kelompok militan yang berasal dari 'sekitar sekolah'.

Hingga saat ini, sejak operasi militer Israel atas Gaza lebih dari tiga pekan lalu, sekitar 1.200 warga Palestina tewas sementara di kubu Israel jatuh korban 55 jiwa, termasuk dua warga sipil.

Israel mengatakan operasinya sebagai balasan atas tembakan roket dari Gaza ke wilayah mereka.

Upaya gencatan senjata yang diserukan berbagai pihak, sudah ditolak kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza dengan alasan baru akan menyetujui gencatan senjata jika blokade atas Gaza oleh Israel dan Mesir dicabut.
AS dan PBB kutuk pemboman sekolah Gaza israelIsrael terus menembak ke arah Gaza sampai Rabu malam.

Amerika Serikat dan PBB mengutuk pengeboman Israel atas sekolah yang menjadi tempat tinggal pengungsi sipil di Gaza.

PBB menyatakan kemarahan terkait serangan pada sebuah sekolah di kamp pengungsi Jabaliya tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan serangan yang menewaskan 16 orang tersebut "keterlaluan".

Bernadette Meehan, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS juga mengutuk pengeboman ini.

Tetapi dia juga mengutuk "pihak-pihak yang terlibat dalam penyembunyian senjata pada fasilitas PBB di Gaza".

Israel mengatakan militernya membalas serangan mortir dari dekat sekolah.

Tiga ribu warga sipil berlindung di sekolah tersebut.

Lebih 100 orang tewas di Gaza hari Rabu (30 Juli), kata para pejabat Palestina.

Pengeboman sebuah pasar di dekat Gaza City menewaskan 17 orang, sementara sejumlah jebakan menewaskan tiga tentara Israel.

Para dokter Palestina mengatakan serangan udara Israel juga menewaskan tujuh orang di Khan Younis.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan 106 orang tewas hari Rabu sehingga membuat jumlah korban tewas keseluruhan 1.336 orang. Sebagian besar warga sipil.

Sekitar 58 warga Israel tewas, 56 tentara dan dua warga sipil. Seorang pekerja Thailand di Israel juga tewas.
Israel akan selidiki pengeboman sekolah gazaSerangan Israel merusak sebuah sekolah PBB yang menampung pengungsi.

Pemerintah Israel menyatakan akan menyelidiki kasus pengeboman sekolah di Gaza yang menjadi tempat pengungsian warga sipil. Jika militer Israel terbukti melakukannya, pemerintah Israel akan meminta maaf.

Berbicara kepada BBC, juru bicara pemerintah Israel, Mark Regev mengatakan: “Kami punya kebijakan—kami tidak menargetkan warga sipil.”

“Kami akan menyelidikinya. Dan jika kami menemukan bahwa itu tembakan dari Israel, pasti kami akan meminta maaf,” kata Regev.

Menurutnya, belum jelas apakah pengeboman terhadap sebuah sekolah PBB di Gaza merupakan aksi militer Israel.

”Yang kami tahu pasti ada tembakan permusuhan yang dilancarkan terhadap pihak kami dari area sekolah itu.”

Regev kemudian menuding Hamas menyembunyikan senjata di fasilitas publik dan tempat penampungan PBB.

”Kami tidak ingin melukai warga sipil Gaza yang tidak berdosa. Itu bukan niatan kami.”

Pada Rabu (30/07), Israel melancarkan serangan ke sebuah sekolah PBB di Gaza yang menampung pengungsi walau sudah diperingatkan lebih dari 3.000 warga sipil yang berlindung di sana.

Akibat serangan militer ini, sedikitnya 16 orang warga sipil tewas.

Seorang juru bicara Badan PBB, UNRWA, Chris Gunness, mengatakan anak-anak dibunuh ketika mereka sedang tidur bersama orang tuanya di ruang kelas di Jabaliya yang jadi tempat penampungan pengungsi.

Dia menambahkan Israel sudah diberitahu sampai 17 kali kalau sekolah itu dihuni penduduk sipil yang mengungsi.

Amerika Serikat dan PBB Klik mengutuk serangan itu.

Sekjen PBB ban Ki-moon mengatakan: “Semua bukti-bukti yang ada merujuk artileri Israel sebagai penyebab.”

  ★ BBC  

Kamis, 31 Juli 2014

South Korean Joint Chiefs: Two Engines For KF-X

South Korean military raises stakes for the country’s proposed indigenous fighter ADD’s twin-engine KF-X design is as big as the Eurofighter Typhoon. Credit: Agency for Defense Development

T
he South Korean armed forces have quashed an attempt by Korea Aerospace Industries (KAI) to reduce the cost and technical challenge of the proposed KF-X fighter, with the joint chiefs of staff determining that the indigenous aircraft must have two engines.

The decision raises the stakes for KF-X, the earliest prospective fighter program for Western engine and system suppliers. With a twin-engine design, the program will be ambitious and hard to launch rather than something modest with a more assured future.

South Korea’s air force is already hedging its bets by studying the possibility of importing its next batch of fighters, judging that the KF-X is not likely to go into full-scale development, according to an air force officer quoted by the Segye newspaper in May (AW&ST June 2, p. 29).

Following the chiefs’ decision, the KF-X will now need much more than the budget the finance ministry—but not the parliament—has approved. Moreover, the decision ensures that the aircraft, if built, will not be much smaller than the F-35 of intended program partner Lockheed Martin, which cannot be keen to support the creation of a competitor.

The joint chiefs of staff said on July 18 that the KF-X must have two engines, basing their decision on a study they conducted along with a think tank, the defense ministry and two of its agencies, the Defense Acquisition Program Administration (DAPA) and the Agency for Defense Development (ADD). The latter, South Korea’s military technology organization, is the leading proponent of the KF-X and especially the two-engine concepts that it has been working on for several years. KAI last year proposed a single-engine design.

The study found that the two-engine aircraft design better met the requirements of operational effectiveness, upgrade potential and industrial benefits. The single-engine design would have been cheaper and quicker to develop.

The think tank contributing to the study was the Korea Institute for Defense Analysis, which has repeatedly declared the KF-X program unviable. As part of the study, it estimated development of the twin-engine KF-X aircraft would cost 8.5 trillion won ($8.3 billion) and take 10.5 years, whereas the single-engine proposal would require 6.7 trillion won and 8.5 years. The budgetary figures were close to those that a government think tank, Kistep, estimated last year.

But the estimate for the twin-engine aircraft is higher than the 6.5 trillion won that the finance ministry has agreed to and lower than Lockheed Martin’s estimate of more than 10 trillion won. This means that the finance ministry, never a fan of the KF-X, may oppose development. It is reluctant to pay more, says the Naeil newspaper. Finance ministry opposition to the 8.5 trillion won program may persuade enough members of parliament not to fund a 2015 launch of full-scale development, which program managers are seeking.

On the other hand, parliament is strongly influenced by its committees. The defense committee under its former chairman opposed KF-X development; now that he has left, it may recommend going ahead with the aircraft. In September, the finance ministry will propose a national budget for the parliament to decide by December.

Meanwhile, the DAPA must conclude negotiations with Indonesia and Lockheed Martin and then choose the prime contractor, which will almost certainly be KAI, since it has experience in combat aircraft development.

Indonesia paid for 20% of pre-development costs and is expected to take the same share of full development. A further 20% is to be borne by industry, including Lockheed Martin, which agreed to support the KF-X in return for South Korea last year choosing the F-35A in the F-X Phase 3 fighter competition. Technology transfer will form part of, maybe most of, Lockheed Martin’s contribution.

South Korea should not have much to negotiate with Lockheed Martin, since the company’s KF-X offer was effectively accepted with the F-X Phase 3 selection. Lockheed Martin does not yet have a contract for the 40 F-35s that South Korea intends to order, but DAPA can hardly threaten to reopen the competition; the air force wants new fighters as soon as possible and the F-35, in particular.

The air force also wants a second batch of 20 F-35s but is not openly pushing for it, perhaps because doing so would put more budgetary pressure on the KF-X. Its strong preference for large aircraft helps explain the backing for ADD’s twin-engine KF-X design, which would be about the size of a Eurofighter Typhoon. KAI’s proposal was comparable with the current-production Lockheed Martin F-16. Apart from economy, it also could have eased the load on the country’s aerospace engineering resources, which industry officials say is a key concern.

If the KF-X is to have two engines, then the choice is between the Eurojet EJ200 and General Electric F414; no indigenous engine is possible, and the Klimov RD-33 and Snecma M88 seem not to have been considered. KAI’s KF-X would have needed either the GE F110 or Pratt & Whitney F100.

ADD proposes that the KF-X be developed initially with much foreign equipment, so the program offers a market for Western suppliers of such gear as radars, electronic-warfare systems, ejection seats and flight controls. South Korean equipment would progressively replace foreign systems in successive updates of the aircraft.

  Aviationweek  

Presiden minta Australia jelaskan info Wikileaks

Presiden minta Australia jelaskan info WikileaksPresiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait pemberitaan WikiLeaks tentang dugaan korupsi percetakan uang Republik Indonesia yang dicetak di Australia yang menyebut nama dirinya dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/7). (ANTARA/Andika Wahyu)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta, agar pemerintah Australia memberikan penjelasan mengenai informasi yang dikeluarkan Wikileaks terkait sinyalemen adanya perintah mencegah penyidikan atas dugaan korupsi sejumlah pejabat di negara Asia.

"Berita yang dikeluarkan oleh Wikileaks sesuatu yang menyakitkan, saya mengikuti apa yang dilaksanakan Australia, Menlu laporkan pada saya setelah komunikasi dengan Duta Besar RI di Canberra dan Duta besar Australia," kata Presiden dalam keterangan pers di kediaman pribadi Puri Cikeas, Bogor, Kamis.

Kepala Negara mengatakan, penjelasan itu penting karena dari informasi yang dikeluarkan oleh Wikileaks dan kemudian diberitakan oleh salah satu situs berita di Indonesia disebutkan ada 17 nama pejabat senior di negara Asia yang dikatakan dilindungi oleh sebuah perintah khusus dari pemerintah Australia agar jangan ada penyelidikan yang dikhawatirkan bisa menganggu hubungan Australia dengan negara-negara tersebut.

"Dari beberapa tokoh itu nama SBY dan Megawati ikut disebut Wikileaks pada berita 29 juli 2014, ada kasus dugaan korupsi multi-juta dolar, termasuk melibatkan keluarga dan pejabat senior masing-masing negara," kata Presiden.

Ditambahkannya, "Perintah super untuk mencegah pelaporan kasus ini oleh siapa saja untuk cegah kerusakan hubungan dengan Australia. Ada 17 individu."

Presiden merasa perlu untuk segera melakukan klarifikasi atas berita tersebut dan mengumpulkan sejumlah keterangan mengenai hal tersebut dari pejabat terkait.

"Berita seperti ini cepat beredar dan kemudian karena sangat sensitif, karena menyangkut kehormatan dan harga diri baik Ibu Megawati, dan saya sendiri, maka saya ambil keputusan untuk melakukan sesuatu bertindak dan mengeluarkan pernyataan ini. Karena yang jelas pemberitaan ini, saya nilai mencemarkan dan merugikan nama baik Ibu Megawati dan saya sendiri, menimbulkan spekulasi dan kecurigaan," kata Presiden.

Dari keterangan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, maka presiden mendapatkan sejumlah penjelasan.

"Memang benar Indonesia pernah cetak uang di Australia pada 1999 yang mencetak NPA, organisasi itu berada di bawah Bank sentral Australia, yang dicetak adala 550 juta lembar dengan pecahan Rp 100.000," kata Presiden.

Namun demikian, kata Presiden, kewenangan untuk memutuskan pencetakan uang dan tempat pencetakan uang berada di tangan Bank Indonesia (BI).

"Hal itu menjadi kewenangan Bank Indonesia, atas dasar atau sesuai Undang-Undang Bank Indonesia dan peraturan yang berlaku. Sebenarnya, baik Ibu Mega dan saya sendiri 1999 belum menjadi presiden. Poin saya adalah memang itu kewenangan BI, siapapun presidennya, tidak terlibat dalam arti mengambil keputusan menetapkan kebijakan dan mengeluarkan perintah presiden," tegasnya.

Bila otoritas Australia melakukan penyelidikan mengenai informasi yang diberitakan Wikileaks, Presiden meminta, agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan transparan. Apabila ada WNI yang diduga terlibat, maka hendaknya melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

"Atas penjelasan saya itu, proses penegakan hukum yang sedang berlangsung di Australia, saya meminta membuka dan mengungkap seterang mungkin, jangan ditutupi. Kalau ada elemen di Indonesia, saya minta tolong diungkap dan kemudian ditunjuk siapa orang itu, apa kasus dan pelanggaran hukumnya, kalau memang ada bekerjasama dengan KPK Indonesia," kata Presiden.

Kepala Pemerintahan menambahkan, "Jangan justru pemerintah Australia keluarkan kebijakan dan statemen yang menimbulkan kecurigaan dan tuduhan terhadap pihak-pihak di luar Australia, misal mantan Presiden Megawati dan saya sendiri. itu menimbulkan kecurigaan."

Presiden minta Australia segera keluarkan pernyataan yang terang agar nama baik Ibu Mega dan saya tidak dicemarkan, saya ingin dengar langsung dari Australia.

"Jika ada WNI yang terlibat, mari tegakkan hukum bersama Indonesia dan Australia adalah negara hukum. Indonesia saat ini tengah lakukan kampanye anti-korupsi yang agresif. Kalau memang Australia mengatakan, apa yang diberitakan Wikileas tidak benar, maka Australia harus berbicara karena kalau diam, maka akan timbulkan spekulasi baru di Indonesia," kata Presiden.

Presiden Yudhoono juga menyayangkan situs berita yang memuat berita dari Wikileaks tersebut tanpa klarifikasi dari pihaknya.(*)

  Antara  

Surat Terbuka Presiden SBY Kepada Pemimpin Dunia Tentang Krisis Gaza

surat-terbukaNAMA saya Susilo Bambang Yudhoyono. Saya seorang muslim yang mencintai keadilan, dan yang sekaligus mencintai kedamaian, kemanusiaan dan demokrasi. Hampir sepuluh tahun ini saya memimpin Indonesia, dan beberapa bulan mendatang saya akan mengakhiri tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kemarin, setelah pagi harinya bersama rakyat Indonesia merayakan ldul Fitri dengan tenang dan damai, sebuah hari keagamaan yang agung bagi umat Islam, sepanjang malam saya tidak bisa memejamkan mata saya. Melalui tayangan televisi nasional dan internasional, hampir setiap menit, saya menyaksikan jatuhnya korban jiwa di Gaza akibat kekerasan dan aksi-aksi militer yang tengah berkecamuk. Hampir semua yang tewas dan yang Iuka-Iuka adalah mereka yang tidak berdosa, tidak berdaya dan tidak bisa menyelamatkan diri dari desingan peluru dan bom-bom maut pencabut nyawa.

Isak tangis ibu-ibu yang kehilangan putra-putrinya, serta jeritan anak-anak yang tiba-tiba kehilangan orang tuanya, sungguh menusuk relung hati saya yang paling dalam. Saya yakin, siapapun dan bangsa mana pun hampir pasti akan mengalami kesedihan dan kepiluan yang sama menyaksikan tragedi kemanusiaan yang tak terperikan itu.

Sebagai seorang Presiden yang saat ini tengah memimpin sebuah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, tentu saya tidak hanya bersedih dan marah.

Hingga saat ini saya juga aktif melaksanakan diplomasi beserta para menteri dan diplomat Indonesia, termasuk dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, tetapi situasi yang ada di Gaza kenyataannya bertambah buruk. Oleh karena itu, dari Jakarta, saya harus meneriakkan seruan moral kepada seluruh bangsa di dunia, utamanya para pemimpin dunia, dan utamanya lagi kepada pemimpin Israel dan Hamas, untuk segera menghentikan kekerasan dan tragedi di kawasan itu. Dengan seruan ini saya berharap para pemimpin dunia segera mengambil tanggung jawab bersama dan benar-benar bisa melakukan atau “memaksakan” gencatan senjata dan mengakhiri operasi-operasi militer yang nampaknya makin tidak pandang bulu.

Gencatan senjata itu mesti dilaksanakan sekarang. Bukan besok, apalagi lusa. Dengan gencatan senjata, berarti serangan Israel melalui udara, laut dan darat harus segera dihentikan. Demikian pula tembakan-tembakan roket dari pihak Hamas mesti diakhiri, agar aksi balas membalas atau siklus kekerasan tidak terus berlanjut. Tindakan para pemimpin politik dan militer untuk melanjutkan operasi-operasi militer saat ini hanya akan makin menambah jatuhnya korban jiwa, termasuk anak-anak, kaum perempuan dan golongan lanjut usia.

lni semua sudah menabrak hukum, moral dan etika perang, yang harus dijunjung tinggi di sebuah dunia yang beradab.

Meskipun saya seorang muslim, saya tidak melihat masalah ini dari segi agama. Saya tidak mengaitkan pikiran dan seruan saya ini dengan Islam, Yahudi, Kristen, Katolik dan agama atau keyakinan apa pun. lsu yang kita hadapi ini adalah isu tentang kemanusiaan, moralitas, hukum dan etika perang, serta tindakan dari pihak mana pun yang telah melebihi kepatutannya. Tragedi kemanusiaan dan penderitaan manusia yang tak terperikan ini juga berkaitan dengan rasa tanggung jawab dari para pemimpin, yang baik langsung maupun tidak langsung telah membuat tragedi kemanusiaan ini terus berlangsung.

Terus terang, Indonesia secara konsisten dan tegas mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Dunia harus benar-benar memberikan kepastian bagi terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, serta diakui oleh masyarakat dunia. Juga Palestina merdeka yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel, dan juga dengan negara-negara tetangganya. Konsep “dua negara dalam kawasan yang damai” adalah konsep yang saya pandang dan yakini sebagai konsep yang realistis dan bisa diwujudkan.

Dengan tontonan dan contoh buruk tentang konflik, perang dan kekerasan sebagaimana yang kita saksikan saat ini, atau juga di tahun-tahun sebelumnya, maka anak-anak bangsa mana pun, termasuk anak-anak muda kita, bagai diajarkan ya begitulah kehidupan di dunia yang mesti dijalankan. Padahal, selama hampir sepuluh tahun ini saya mengajak bangsa Indonesia, termasuk umat Islam Indonesia, untuk senantiasa mencintai perdamaian, persaudaraan, toleransi dan kerukunan. Saya juga berjuang dengan gigih untuk memerangi radikalisme, ekstrimisme dan terorisme di bumi Indonesia. Saya juga aktif menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam forum dialog antar agama dan peradabannya baik di Indonesia maupun di berbagai forum internasional.

Saya juga memelopori dan memimpin penyelesaian berbagai konflik di Indonesia secara damai dan demokratis, termasuk konflik di Aceh dan Papua, konflik komunal antar dan intra agama, serta konflik kepentingan dengan negara lain termasuk sengketa perbatasan dengan negara-negara tetangga. Saya juga berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mempertahankan garis Islam Indonesia yang moderat, rukun dan toleran, di tengah pengaruh global yang sering menyebarluaskan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Saya menyadari bahwa semua itu tidak bisa “to be taken for granted”, melainkan harus terus kita jaga dan upayakan perwujudannya.

Pendek kata saya berupaya sekuat tenaga untuk mengajak bangsa Indonesia agar mencintai perdamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan, serta tolerans dan bisa membangun persahabatan dan kemitraan dengan bangsa lain. ltulah konon katanya nilai-nilai universal yang diajarkan oleh orang-orang bijak di dunia.

Apa yang terjadi di Gaza dan tempat lain di Timur Tengah atau Afrika Utara dewasa ini, dikaitkan dengan misi dan tantangan yang saya hadapi di Indonesia, bisa dibayangkan betapa beratnya saya mengemban tugas-tugas yang mulia itu. Apa yang harus saya katakan kepada ratusan juta rakyat Indonesia? Bagaimana tidak makin muncul kelompok-kelompok yang radikal di negara kami dan bahkan juga di banyak negara, karena mereka merasa kalah dan dipermalukan, sehingga harus memilih dan menempuh jalannya sendiri-sendiri dalam memperjuangkan keadilan yang diyakininya.

Saya yakin tantangan berat yang saya hadapi ini juga dihadapi oleh banyak pemimpin lain di dunia, termasuk para pemimpin politik, pemimpin pemerintahan, pemimpin organisasi kemanusiaan dan para pemimpin agama. Saya khawatir, karena keacuhan dan kurangnya tanggung jawab kita semua, maka generasi-generasi yang terlahir saat ini kelak akan menjadi generasi yang keras, penuh dendam dan kebencian. Bisa-bisa pula menjadi generasi yang haus darah dan peperangan. Kalau ini yang terlahir dan terjadi di abad ke-21 ini,maka terciptanya perdamaian dan keamanan internasional yang menjadi semangat dan jiwa Perserikatan Bangsa-Bangsa, hanya akan menjadi sesuatu yang sangat ilusif.

Dengan itu semua, pandangan dan usulan konkrit saya sebagai pemimpin Indonesia adalah agar dalam hitungan hari, kalau perlu hitungan jam, para penentu perdamaian dan keamanan dunia, yaitu Dewan Keamanan PBB, utamanya para pemegang Hak Veto, dan negara-negara kunci di kawasan Timur Tengah, segera duduk bersama dan benar-benar bisa memaksakan dilakukannya gencatan senjata. Semangatnya adalah “peace making”. Setelah gencatan senjata dapat diwujudkan,segera diintensifkan bantuan kemanusiaan dan proses politik yang lebih inklusif dan konklusif. Jangan sampai setelah peperangan yang dengan susah payah bisa diakhiri, proses politik itu di lupakan kembali. Jangan mengulangi kesalahan masa lalu.

Dengarkan jeritan rakyat Palestina, utamanya yang tinggal di jalur Gaza yang sudah cukup menderita akibat blokade yang diberlakukan selama ini, serta pandangan Fatah dan Hamas yang semoga makin menyatu, realistis dan konstruktif. Dengarkan pula harapan rakyat Israel agar tidak dihantui oleh rasa takut sepanjang masa setelah tetangganya insya Allah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Konflik kedua bangsa itu akan berakhir, menurut hemat saya, jika kemerdekaan Palestina telah benar-benar dicapai dan kemudian Israel tidak merasa terancam olehnya.

Tentunya Israel yang semakin memiliki hati dan semangat persahabatan, dan bukan yang selalu bersikap superior karena merasa negaranya jauh lebih kuat. Negara lain juga harus peduli, tergerak dan ikut berkontribusi bagi terwujudnya cita-cita mulia ini. Indonesia menawarkan diri dan selalu siap untuk dilibatkan dalam proses pengakhiran tragedi kemanusiaan yang penting ini.

lnilah saudara-saudaraku bangsa sedunia, peluang sejarah yang terbuka. Jangan kita sia-siakan, agar kita tidak dikutuk dan disalahkan oleh generasi mendatang oleh anak cucu kita.

Selamat ldul Fitri 1435 Hijriyah kepada kaum muslimin di Palestina semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan-Nya. Juga salam damai dan persahabatan untuk semua umat beragama dan bangsa-bangsa sedunia.

Jakarta, 29 Juli 2014
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

  Poskota  

[World News] Israel Akui Kesulitan Menghadapi Hamas

Hamas Menang, Itulah Faktanya HamasHamas

Seorang pengamat militer Zionis di koran Maarev, Ben Kasbet, menyerukan pemerintah Benjamin Netanyahu untuk segera mengakui kemenangan Hamas. Ini sangat penting menyusul kemenangan demi kemenangan Hamas dalam pertempuran selama 24 hari terakhir ini.

''Inilah kebenaran. Pemerintah Netanyahu dan Israel berada pada posisi yang sangat sulit beberapa hari ke depan,'' kata Kasbet pada surat kabar Maarev seperti dikutip Infopalestina.

Kasbet mengatakan serbuan Israel mendapat perlawanan signifikan. Gempuran demi gempuran menghantam Israel. ''Israel lari dari kondisi buruk kepada situasi yang lebih buruk lagi,'' katanya.

Sejak sebulan lalu, Israel tidak bisa memberikan kejutan. Bahkan, serangan demi serangan semakin menunjukkan keterpurukan Israel dan menjadikan negara tersebut semakin bobrok.

Oleh karena itu, kata Kasbet, Netanyahu harus mengakui kesalahannya telah melakukan agresi tanpa bisa memberikan solusi atau alternatifnya.

''Jika Israel tidak bisa membendung Hamas, maka inilah akhir dari Israel. Ia juga tidak akan bisa membendung Iran maupun Hizbullah di utara dan akan tampaklah kelemahan Zionis. Ia harus membayar mahal atas kenyataan ini,'' katanya.

Pengamat Zionis kemudian mengakhiri tulisanya,''kita jangan menipu diri sendiri. Jika kita tak punya kemampuan untuk menggempur Hamas hari ini, maka ke depan akan lebih sulit lagi dan akan jauh lebih berat lagi.''
Jet Tempur Kami Dihadang Roket Hamas di Langit Gaza Pesawat tempur Israel terbang di langit Gaza dalam lanjutan serangan yang dilancarkan negara zionis itu pada Jumat, (11/7).Pesawat tempur Israel terbang di langit Gaza dalam lanjutan serangan yang dilancarkan negara zionis itu pada Jumat, (11/7).

Seorang perwira tinggi di jajaran militer Israel dalam pembicaraanya dengan situs Walla Ibrani, Rabu (30/7), mengatakan, pesawat-pesawat tempur mereka dihadang serangan roket anti pesawat secara masif di langit Gaza.

Menurut perwira yang tidak mau disebutkan identitasnya ini, ada sejumlah roket perlawanan Hamas menerjang pesawat-pesawat Israel.

''Roket-roket tersebut muncul dari arah timur Gaza,'' katanya kepada Walla Ibrani seperti dikutip Infopalestina.

Ia melansir ada sekitar 19 operasi penembakan roket anti pesawat dalam perang Clauds Colom pada tahun 2012 lalu yang berlangsung hanya delapan hari saja.

Sementara pada tahun ini, pihaknya melancarkan operasi penembakan terhadap target-target di Gaza lebih dari 4000 roket sejak awal operasi militer ke Jalur Gaza.
Netanyahu tak Sadar Akui Kekalahan Israel Benjamin NetanyahuJuru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mencerminkan kekalahan pasukan Zionis dari Hamas.

Dalam konferensi pers dengan menteri pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Darat, Netanyahu mengakui bahwa negaranya telah kehilangan perwira dan prajurit terbaik dalam pertempuran dengan sayap militer Hamas, Al Qassam, di Jalur Gaza baru-baru ini.

“Kami tahu akan menghadapi hari-hari sulit kedepan dan sekarang adalah salah satu buktinya,” kata Netanyahu dalam konferensi pers bersama pada Senin malam.

Ia mengungkapkan penyesalannya atas kematian tentara Israel. Netanyahu mengakui bahwa tentaranya menghadapi pertempuran sengit di Gaza dan mengatakan tidak ada perang tanpa korban.

Netanyahu, sebagaimana yang diberitakan middleeastmonitor dan dikutip Mi’rajnews, Rabu menyerukan kepada pasukan Israel untuk mempersiapkan pertempuran panjang.

Sami mengatakan Netanyahu secara tidak langsung mengakui kekalahan Israel atas Palestina. Dia juga menegaskan apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina tidak akan membuat takut Hamas atau Palestina.

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip oleh Anadolu pada Senin, Sami mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel akan membayar perlakuan Israel yang telah membunuh anak-anak dan warga sipil.
Israel Tambah 16 Ribu Tentara Cadangan Reruntuhan bangun di Gaza, Palestina.Reruntuhan bangun di Gaza, Palestina.

Israel memobilisasi 16 ribu tambahan tentara cadangan. Dengan penambahan tersebut, Israel sedikitnya mengerahkan 86 ribu tentara untuk melakukan operasi militer di jalur gaza.

"Militer telah mengeluarkan perintah mobilisasi 16 ribu tentara tambahan untuk memungkinkan pasukan di lapangan beristirahat, sehingga jumlah cadangan menjadi 86.000," kata juru bicara militer Israel, Kamis (31/7).

Kabinet keamanan Israel, yang bertemu selama lima jam pada Rabu (30/7) dengan suara bulat memutuskan untuk membalas serangan hamas dan operasi lainnya serta menghancurkan jaringan terowongan yang digunakan oleh gerakan Islam itu antara Gaza dan Israel.

Radio publik mengutip Mayor Jenderal Sami Turgeman, petugas senior untuk Wilayah Gaza, mengatakan bahwa penghancuran terowongan gerilyawan yang tersisa ke Israel bisa lengkap seluruhnya dalam beberapa hari ke depan.
Israel Gunakan Anjing dan Robot Lacak Terowongan di Gaza Terowongan GazaTerowongan Gaza

Kolonel Israel Tomer melacak terowongan di bawah satu desa Palestina ketika tanah yang digali oleh tank memperlihatkan apa yang dicarinya. Dua puluh empat jam kemudian pada Rabu (30/7), pasukannya telah membersihkan bangunan yang telah menutupi celah sedalam tiga meter yang memperlihatkan terowongan yang diperkuat beton dan bisa digunakan lewat oleh satu orang yang mengenakan peralatan perang.

Diperlukan waktu beberapa hari untuk memetakan jalan masuk sebanyak setengah lusin terowongan, yang salahsatunya tersembunyi oleh satu rumah di dekatnya, kata perwira itu kepada Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Namun lokasi pasti terowongan tersebut tak bisa dilaporkan berdasarkan peraturan militer.

Lalu bahan peledak dijatuhkan dan jaringan terowongan itu hancur. Anak buah Tomer, campuran awak tank dan personel zeni, mengawasi jalur gelap itu sambil memegang senapan, untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada pria bersenjata yang mungkin menyerbu ke luar.

Di tempat berbeda di bagian selatan Jalur Gaza, tiga prajurit Israel tewas pada Rabu, ketika satu terowongan yang dipasangi perangkap yang telah mereka temukan meledak, kata militer Israel. Tomer, yang merujuk kepada korban jiwa tersebut, mengatakan pasukannya menjaga jarak aman.

Malah, katanya, militer Israel mengirim anjing untuk melacak peledak dan robot yang mengirim kembali gambar video. Malalui gambar itu, jalur tersebut dapat diketahui.

  Republika  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...