Minggu, 21 Desember 2014

[World] Terminator, Kendaraan Pelindung Tank Terbaru

Kendaraan tempur pelindung tank terbaru Terminator digadang-gadang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pertempuran masa kini di kawasan pegunungan, hutan, dan perkotaan. Para perancang BMPT menyebut kendaraan ini sebagai senjata pamungkas utama angkatan darat, namun Kementerian Pertahanan Rusia masih bimbang untuk memilikinya. Pada awal tahun ini, pengembang BMPT memamerkan BMPT versi terbaru, Terminator 2, di pameran DEFEXPO 2014. Foto: Konstantin Zafargen/Rossiyskaya Gazeta

D
alam peperangan dewasa ini, tank yang paling terlindungi sekalipun tetap menjadi sasaran empuk musuh bila tidak dikawal oleh pasukan infanteri. Ketergantungan terhadap dukungan pasukan infanteri untuk membersihkan jalan bagi raksasa besi tersebut menjadi alasan untuk menciptakan kendaraan tempur infanteri (BMP) dan kendaraan pengangkut lapis baja (BTR) yang maju bersama jajaran tank, sambil melindungi tank dan membawa pasukan infanteri hingga garis konfrontasi terdepan.

Namun, pengalaman operasi militer di Afganistan telah menunjukkan bahwa tank tidaklah cocok digunakan dalam peperangan melawan milisi dan gerilyawan. Meriam tank tak dapat melumpuhkan musuh di pegunungan dan lantai-lantai atas bangunan, tempat yang digunakan para pelontar granat untuk menembaki rombongan pasukan Soviet. BMP dan BTR pun dapat dilumpuhkan tidak hanya oleh RPG (peluncur roket anti-tank) saja, tapi bahkan oleh senapan mesin kaliber besar. Oleh sebab itu, muncul kebutuhan untuk menciptakan alat pelindung tank yang baru.

 Pengganti Dua Peleton Infanteri 

Pengembangan kendaraan khusus pelindung tank pertama dimulai pada masa Soviet era 1980-an, namun “tank gunung” tersebut tak berhasil diselesaikan karena Uni Soviet bubar.

Keputusan untuk kembali mewujudkan ide pembuatan kendaraan pelindung tank diambil setelah berakhirnya peperangan di Chechnya. Pada akhir era 1990-an, Terminator Rusia itu pun muncul. Kendaraan ini diciptakan berdasarkan tank tempur T-72. BMPT memiliki daya tarik yang luar biasa. Menara BMPT tersebut dilengkapi dengan meriam kaliber 30 mm yang ditandem dengan senapan mesin 7,62 mm serta empat unit misil anti-tank Kornet. Selain itu, dua pelontar granat berarah AG-17D ditambahkan dalam persenjataan BMPT. Dalam bentuk seperti itu, tank tersebut diluncurkan pada tahun 2000 silam. Dua tahun kemudian, BMPT sedikit mengalami modifikasi. Dalam prototipe yang didemonstrasikan pada 2002 lalu, kendaraan tempur itu sudah dipersenjatai oleh dua meriam 30 mm, empat unit misil anti-tank Ataka-T dengan jangkauan tembak hingga enam kilometer, dan mampu melumpuhkan berbagai jenis sasaran, mulai dari obyek berlapis baja dan sasaran hidup, hingga helikopter di ketinggian rendah.

Desainer tank lapis baja Uralvagonzavod Vladimir Nevolin, salah satu pencipta BMPT tersebut, menjelaskan bahwa sebuah BMPT di medan tempur memiliki efektivitas melebihi dua peleton infanteri dengan persenjataan berat, yang terdiri dari enam BMP dan sekitar 40 tentara. “Di pegunungan, hutan, dan perkotaan, senjata jarak jauh tidaklah efektif. Oleh karena itu, kendaraan tempur multifungsi seperti BMPT dapat menjadi senjata pamungkas utama bagi angkatan darat,” papar Nevolin.

 “Penyakit Kekanak-kanakan” Terminator 

Kendaraan tempur BMPT ini masih belum masuk dalam perbendaharaan senjata tentara Rusia. “Kami masih menelaah kendaraan tempur pelindung tank Terminator 2 untuk angkatan darat. Isu seputar kemungkinan penggunaan BMPT di masa mendatang akan diputuskan setelah penyelesaian penetapan rencana angkatan darat Rusia yang akan datang,” ujar Komandan Utama Angkatan Darat Rusia Oleg Salyukov.

Angkatan darat Rusia masih menimbang-nimbang pembelian kendaraan ini bukan karena format baru dari kendaraan tersebut, melainkan karena ‘penyakit kekanak-kanakan’ dan beberapa kekurangan yang dimiliki Terminator. Para pakar secara khusus menyebutkan bahwa empat unit misil anti-tank jelas tidak cukup bagi kendaraan sekelas BMPT. Selain itu, unit misil anti-tank tersebut tidak terlindungi dari tembakan musuh, padahal fungsi BMPT seharusnya adalah melindungi tank dan pasukan infanteri dari tembakan musuh, tapi BMPT ini justru malah akan hancur pada menit-menit awal peperangan akibat persenjataan yang terlindungi itu. Peluncur granat otomatis BMPT juga mengundang beberapa keluhan. Bersamaan dengan keunggulan absolut BMPT seperti kepadatan tembakan dan kemampuan menembak berdasarkan lintasan parabola dari posisi tertutup, terdapat senjata api yang terletak di badan tank, bukan di menara tank, dan hal tersebut dinilai tidak efektif. Ditambah, perlu dua personil tambahan untuk mengoperasikan senjata tersebut.

Pada awal tahun ini, pengembang BMPT memamerkan BMPT versi terbaru, Terminator 2, di pameran DEFEXPO 2014. BMPT tersebut telah dilengkapi sistem pengendali tembakan muktahir dan jumlah awak tank yang dibutuhkan berkurang menjadi tiga orang berkat pencabutan senapan pelontar granat dari Terminator 2. Versi baru BMPT ini praktis memenuhi semua persyaratan yang diberikan oleh para pakar.

 Dimulai dari Luar Negeri 

Terminator secara aktif dipromosikan untuk penjualan ke luar negeri. Pasar utama untuk BMPT ialah negara yang memiliki tank-tank Uni Soviet dalam jumlah besar, yang membutuhkan modernisasi sesuai perkembangan zaman. Wakil Direktur Utama Rosoboroneksport Aleksander Mikheyev mengatakan bahwa Rusia memiliki penawaran yang beragam, mulai dari penjualan BMPT baru hingga modernisasi tank-tank tua ke BMPT. Mikheyev menyebutkan bahwa perwakilan dari Angola, India, Sudan, Benin, Kenya, Afrika Selatan, Botswana, dan Algeria menyatakan ketertarikannya terhadap BMPT. Pada musim panas 2013 lalu, Terminator berhasil melewati uji coba. Kazakhstan sudah mendapatkan sepuluh unit Terminator berdasarkan kontrak bilateral dengan Rusia pada 2011, dan beberapa unit lain akan dirakit menggunakan lisensi dari Rusia.

  RBTH  

Sabtu, 20 Desember 2014

{World] Inggris Ijinkan Wanita Bertempur di Medan Perang

Menurut data statistik Kementerian Pertahanan Inggris, tentara wanita saat ini mengisi 10 persen dari angkatan bersenjata Inggris, dengan 15.740 wanita bekerja di semua layanan. (Reuters/Ahmed Jadallah)

Tentara wanita dalam angkatan bersenjata Inggris diperbolehkan untuk bertarung di pertempuran jarak dekat di medan perang untuk pertama kalinya pada tahun 2016 mendatang.

Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya tak membolehkan tentara wanita untuk terjun dalam pertempuran jarak dekat. Inggris beranggapan bahwa percampuran antara tentara wanita dan pria dalam pertempuran jarak dekat dapat memiliki efek yang buruk antara pasukan.

"Peran dalam Angkatan Bersenjata kita harus ditentukan berdasarkan kemampuan, bukan gender. Saya berharap bahwa, setelah dilakukan penelitian dan pelatihan, tentara wanita dapat ikut dalam pertempuran jarak dekat mulai2016," kata Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon.

Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka terbuka kemungkinan yang besar untuk tentara wanita terjun langsung dalam pertempuran jarak dekat, yaitu dengan persentase sekitar 70 persen di angkatan darat, 79 persen di angkatan laut, dan 94 persen di angkatan udara.

Namun, sebelum peraturan ini disahkan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait tuntutan fisiologis yang menjadi syarat seorang tentara dapat diterjunkan dalam misi pertempuran jarak dekat.

"Dampak bagi kesehatan tentara wanita yang akan ditempatkan pada pertempuran jarak dekat harus diperiksa sepenuhnya," tulis laporan Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dilaporkan CNN, Kamis (19/12).

Para peneliti akan melihat bagaimana pelatihan untuk pertempuran jarak dekat dapat disesuaikan untuk memastikan tentara wanita dapat berpartisipasi dengan aman tanpa mengurangi efektivitas tempur.

Kepala Staf Umum, Jenderal Sir Nicholas Carter, mengatakan operasi militer Inggris di Afghanistan menunjukkan terdapat kemungkinam risiko fisiologis yang signifikan bagi tentara wanita untuk ikut bertempur dalam pertempuran jarak dekat.

"Saya berharap untuk prospek membuka tanah peran pertempuran jarak dekat dengan perempuan , tapi kita harus melihat ini dalam cara yang bertanggung jawab," kata Kepala Staf Pertahanan , Jenderal Sir Nicholas Houghton.

"Saya berharap tentara wanita dapat ikut bertempur, tapi kami ingin memastikan bahwa keputusan ini bijaksana," kata Kepala Staf Pertahanan, Jenderal Sir Nicholas.

"Tujuan kami adalah untuk memaksimalkan kemampuan para tentara wanita, bukan merusak kemampuan tersebut. Sangat penting memastikan bahwa pertemouran jarak dekat tak berisiko fisiologis pada wanita," kata Sir Nicholas melanjutkan.

Pertempuran jarak dekat didefinisikan sebagai operasi militer yang utamanya bertujuan untuk membunuh musuh dalam jarak yang dekat.

Menurut data statistik Kementerian Pertahanan Inggris, tentara wanita saat ini mengisi 10 persen dari angkatan bersenjata Inggris, dengan 15.740 wanita bekerja di semua layanan.

Jumlah ini telah meningkat secara bertahap selama dua tahun terakhir, utamanya di angkatan laut dan angkatan udara.

Tahun ini, revolusi peraturan militer bagi wanita juga terjadi. Angkatan laut Inggris memungkinkan tentara wanita untuk bertugas di kapal selam untuk pertama kalinya, setelah lebih dari 20 tahun tentara wanita diperbolehkan bertugas di kapal militer biasa.

Revolusi militer lainnya terkait kesetaraan gender ditunjukkan dengan pengangkatan dua tentara wanita di angkatan udara menjadi wakil marshal.(ama)

  CNN  

[World] Pasukan Udara Tentera Darat Rancang Perolehan Enam Helikopter Tempur

Airbus Helicopters EC-665 Tiger kandidat kuat helikopter tempur ATM (Stephane Gimard)

Tentera Darat menerusi Pasukan Udara Tentera Darat (PUTD) merancang perolehan enam buah helikopter tempur bagi melaksanakan operasi secara berkesan di kawasan Pantai Timur Sabah termasuk Zon Keselamatan Pantai Timur Sabah (ESSZone).

Timbalan Menteri Pertahanan Datuk Abdul Rahim Bakri memberitahu persidangan Dewan Negara pada Khamis bahawa perolehan berkenaan didaftarkan sebagai projek di bawah Rancangan Malaysia Kesebelas (RMK11) yang akan datang.

Beliau berkata kerajaan amat menyedari cabaran besar yang perlu dilalui bagi menentukan keselamatan di kawasan Pantai Timur Sabah termasuk di ESSZone sentiasa terpelihara.

"Ini kerana faktor geografinya yang merangkumi 10 daerah persisiran pantai timur Sabah mulai dari Kudat hingga ke Tawau, yang merangkumi pantai sepanjang 1,733 kilometer (km) melibatkan 361 pulau dan keluasan daratan seluas 31,158 km persegi iaitu merangkumi 42 peratus daripada keluasan negeri Sabah.
Gatling Gun M134D Hybrid (dillonaero)

"Berdasarkan faktor ini, Angkatan Tentera Malaysia (ATM) sememangnya memperakui keupayaan helikopter tempur dalam melaksanakan operasi secara berkesan di kawasan berkenaan," katanya.

Abdul Rahim berkata demikian ketika menjawab soalan Senator Datuk Jamilah Sulaiman bertanya sama ada Kementerian Pertahanan merancang membeli pesawat helikopter tempur dalam masa terdekat, pada sesi soal jawab.

Selain itu, beliau berkata sebagai langkah awal, mesyuarat Kabinet pada 3 Dis lepas memutuskan perolehan 'Gatling Gun' untuk melengkapkan persenjataan helikopter ATM di Pantai Timur Sabah khususnya di Kawasan Keselamatan Khas Pantai Timur Sabah (EESCom).

"Lanjutan itu, Tentera Darat Malaysia dalam proses perolehan sebanyak 10 laras sistem persenjataan Gatling Gun M134D Hybrid bersama Weapon Mounting System untuk dipasang kepada pesawat Agusta A109 LOH," katanya.

  Bernama  

Mengenang Trikora, Bentuk Strategi Maritim untuk Kepentingan Nasional

Hari ini tanggal 19 Desember, 53 tahun silam di Alun-alun Utara Yogyakarta digaungkan Tri Komando Rakyat (Trikora) oleh Presiden Sukarno untuk merebut kembali Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Instruksi yang berisi gagalkan pembentukan negara boneka Papua, kibarkan sang saka merah putih di Irian Barat, dan bersiap untuk mobilisasi umum guna mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa itu menjadi bahan bakar yang memacu seluruh rakyat Indonesia.

Untuk menjalankan instruksi itu, pemerintah kemudian membentuk Operasi Mandala yang bermarkas di Ujung Pandang (sekarang Makassar) di bawah pimpinan Mayjend TNI Suharto. Ternyata dominasi strategi pada operasi ini mengandalkan strategi maritim dalam penguasaan laut sebagai medan juang atau mandala tempurnya.

 Strategi Maritim 

Strategi maritim didefinisikan sebagai suatu seni mengarahkan aset-aset maritim untuk mencapai tujuan atau sasaran politik yang diinginkan. Mahan dan Corbett, ahli strategi Angkatan Laut, menyatakan bahwa arah dari strategi maritim telah berkembang sesuai dengan perubahannya. Lingkungan politik, ekonomi, dan teknologi memiliki hubungan secara langsung pada strategi maritim suatu bangsa.

Strategi maritim menggunakan laut untuk mendayagunakan posisi geografi dari negara pantai dan menolak (sea denial) untuk memberikan keuntungan bagi musuh. Dengan demikian tempat bermain utama dari strategi maritim adalah lautan dan kemampuan yang dimiliki agar mudah tercapai. Hal itu berkaitan kemudian dengan sea power atau kekuatan laut. Sea power secara umum dijelaskan termasuk di dalamnya semua aspek kekuatan nasional yang relevan baik sipil dan militer (Marsetio, 2014:89).

Dalam suatu Grand Strategy, strategi maritim merupakan turunan dari kepentingan nasional suatu negara (Biasanya dijabarkan dalam konstitusi). Kemudian dijabarkan lagi dalam bentuk ends (tujuan), ways (cara), dan means (sarana dan alatnya).

Dengan ditetapkannya Ujung Pandang (Makassar) sebagai pusat komando dari Operasi Mandala, berarti pemerintah saat itu benar-benar mempelajari sejarah. Ujung Pandang merupakan jembatan antara Indonesia bagian barat dengan bagian timur, dan merupakan tempat di mana dapat mengontrol seluruh perairan dari dan menuju Irian Barat. Wilayah ini selalu menjadi pusat perhatian Belanda di masa VOC untuk menguasai perairan timur melalui pelayaran hongi.

Persatuan dan kesatuan yang tertuang dalam Pancasila, Pembukaan UUD 45, dan Deklarasi Djuanda menjadi ends dalam operasi ini. Irian Barat merupakan wilayah Kesultanan Tidore sejak masa Nusantara menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Republik Indonesia baik secara de facto maupun de jure. Pasca Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda tahun 1949 wilayah ini selalu dipertahankan oleh Belanda. Sampai dengan tanggal 1 Desember 1961, Belanda mengumumkan berdirinya negara boneka Papua (Sekarang diperingati sebagai hari jadi OPM).

Presden Sukarno merespons peristiwa itu dengan Operasi Trikora sebagai bentuk konfrontasi militer pada saat diplomasi menemui jalan buntu. Ways yang dilakukan dalam operasi ini ialah dengan menggalang dukungan internasional dan kekuatan nasional baik sipil maupun militer, serta memanfaatkan laut sebagai media juang dalam merebut Irian Barat. Melalui laut, pemerintah menerjunkan para intelijen maritim baik sipil maupun militer untuk melakukan pengintaian, penggalangan masyarakat, dan penyerangan secara dadakan ke jantung pertahanan musuh.

Dari kalangan militer, kesatuan seperti RPKAD (sekarang Kopasssus) dan KKO (sekarang Marinir TNI AL) yang biasanya melakukan operasi tersebut. Peristiwa Teluk Merah oleh KRI Tjandrasa dan RPKAD, serta penenggelaman kapal perang Belanda Karel Doorman, oleh anggota Pasukan Katak ALRI menjadi peristiwa yang fenomenal dalam operasi intelijen ke Irian Barat.

Dari kalangan sipil, ribuan sukarelawan diterjunkan ke Irian Barat melalui laut dan udara untuk pengibaran bendera merah putih. Seperti yang diungkapkan mantan sukarelawan dari Pulau Salawati (Raja Ampat), Ahmad Mayalibit, yang menyusup dari Selat Salawati ke Sorong menggunakan sampan dan akhirnya bersama ABRI merebut Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM), perusahaan minyak Belanda di Sorong.

Jauh-jauh hari sebelum operasi Trikora itu dilaksanakan, Mayalibit dan ribuan sukarelawan lainnya telah disusupkan ke Irian Barat dengan menyamar sebagai pedagang, guru, dan bahkan ada yang menjadi pastur. Langkah itu terbilang berhasil mengingat banyaknya penduduk asli Irian yang ikut berjuang bersama-sama mengusir Belanda dari bumi Irian.

Means yang digunakan oleh Indonesia selain SDM baik militer maupun sipil, ialah alutsista ALRI yang boleh dibilang tergolong canggih di zaman itu. Diantaranya, 12 kapal selam dari Uni Soviet, 140 kapal perang dari berbagai jenis, 26 pesawat pembom jarak jauh jenis TU-16 dan TU-16KS, serta 24 buah MIG-21F. Dan ada beberapa kapal milik Pelni yang dimobilisir menjadi kapal perang. Selain pangkalan utama di Ujung Pandang, pemerintah juga menyediakan pangkalan pendukung seperti di Teluk Peleng, Sulteng sebagai pangkalan kapal selam, dan pangkalan-pangkalan transit seperti Pulau Seram, Pulau Banda, dan Pulau Salawati.

 Diplomasi Maritim 

Dari rangkaian operasi tempur beserta pendukungnya itu, Belanda berfikir dua kali untuk melanjutkan perang dengan Indonesia terkait Irian Barat. Setelah Amerika Serikat diketahui tidak mendukung Belanda, dan justru sebaliknya menyarankan agar menyerahkan Irian Barat ke Indonesia melalui New York Agreement 15 Agustus 1962, dengan terpaksa Belanda akhirnya bertekuk lutut pada tanggal 1 Mei 1963 melalui penyerahan Irian Barat ke Indonesia melalui upacara dihadapan perwakilan PBB di Hollandia (sekarang Jayapura).

Perjalanan itu menjadi pelajaran penting bagi Indonesia saat ini untuk menjalankan kepentingan nasionalnya dengan menggunakan maritim sebagai strategi dan kekuatannya. Kepentingan nasional itu pun harus dikukuhkan dengan falsafah bangsa dan dasar negara yang saat ini pun sudah mulai kabur maknanya. Lalu bagaimana strategi maritim itu ada jika kepentingan nasionalnya tidak ada?

Pekerjaan Rumah itu harus diselesaikan oleh pemerintah yang ditopang oleh seluruh rakyatnya agar Poros Maritim Dunia menjadi kenyataan. Serta peran strategi maritim, kekuatan maritim, dan juga diplomasi maritim untuk Indonesia semakin disegani laiknya era 60-an.

  JMOL  

[World] "Kami Sudah Membunuh Semua Anak-anak, Lalu Apa Lagi?"

Inilah salah satu foto keenam orang yang menyerang sebuah sekolah di Peshawar yang dirilis Taliban Pakistan. Dalam serangan itu 148 orang tewas, 132 orang di antaranya adalah anak-anak.

Beberapa detail mengerikan dari tragedi pembantaian 148 orang di sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, muncul ke permukaan, Jumat (19/12/2014).

Harian terbitan Pakistan Dawn mengabarkan, salah seorang penyerang bernama Abuzar menghubungi komandannya untuk menanyakan langkah selanjutnya.

Abuzar menghubungi komandannya setelah dia dan kawan-kawannya telah membunuh 132 anak-anak dan sembilan orang staf pengajar di sekolah yang dikelola angkatan darat Pakistan itu.

"Kami sudah membunuh semua anak-anak di auditorium. Apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Abuzar.

Para petinggi militer Pakistan mengidentifikasi sang komandan sebagai Umar Khalifa Adizai, pemimpin Taliban di wilayah Peshawar.

"Tunggu sampai para tentara datang, bunuh mereka semua sebelum kalian meledakkan diri," jawab Umar.

Percakapan itu, ujar para pejabat militer Pakistan, adalah satu dari percakapan terakhir antara para penyerang dan komandan mereka beberapa saat sebelum dua anggota Taliban yang tersisa terlibat baku tembak dengan pasukan khusus Pakistan.

Transkrip percakapan itu dirilis sebagai dokumen intelijen yang dibagi oleh Panglima AD Pakistan Jenderal Raheel Sharif dengan para pejabat Afganistan.

Jenderal Sharif melawat ke Afganistan untuk berbagi "elemen penting intelijen" karena para petinggi militer yakin bahwa pembantaian di Peshawar itu diperintahkan pemimpin Taliban Pakistan, Maulana Fazlullah.

Pakistan menduga Fazlullah bersembunyi di provinsi Nuristan, Afganistan. Sejumlah petinggi keamanan mengatakan, pembicaraan telepon Umar dapat dilacak hingga di distrik Nazian, provinsi Nangarhar, Afganistan.

Pakistan ingin agar Pemerintah Afganistan menggunakan informasi intelijen itu untuk mengambil tindakan terhadap para pemimpin Taliban Pakistan.
Otak Serangan Sekolah di Peshawar adalah Ayah Tiga Anak Petugas keamanan membantu seorang siswa sekolah angkatan darat di Peshawar yang terluka akibat serangan Taliban Pakistan pada Selasa (16/12/2014).

Siapa orang paling dibenci di Pakistan saat ini? Dia adalah pria 36 tahun, ayah tiga anak dan penggemar bola voli dengan nama panggilan "Nary" atau Si Langsing.

Nama asli pria ini adalah Umar Mansoor yang oleh Taliban Pakistan disebut sebagai otak dari serangan maut ke sebuah sekolah di Peshawar yang menewaskan 132 anak-anak.

Sebuah video yang diunggah ke situs internet yang biasa digunakan Taliban menampilkan pada Kamis (18/12/2014), sosok seorang pria berjanggut lebat, membeberkan pembenaran terhadap serangan maut pada 16 Desember itu.

Keterangan yang muncul dalam video itu menyebut nama sang pria sebagai Umar Mansoor.

"Jika para perempuan dan anak-anak kami mati, maka anak-anak kalian juga tak akan bisa lolos. Kami akan berperang melawan kalian dengan cara yang sama seperti kalian menyerang kami dan kami akan membalaskan dendam terhadap mereka yang tak berdosa," kata pria itu.

Taliban mengatakan serangan di Peshawar itu, di mana para penyerang mengenakan rompi bom bunuh diri dan mengeksekusi anak-anak, merupakan pembalasan atas operasi militer yang digelar AD Pakistan.

Mereka menuduh militer melakukan pembunuhan ekstrajudisial. Tuduhan seperti itu bukanlah barang baru di Pakistan. Banyak kasus orang yang ditahan aparat keamanan hilang lalu ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan ditembak di kepala.

Sejumlah sumber militer mengatakan pengadilan di Pakistan sangat korup dan mereka takut menghukum anggota militan. Sehingga hampir mustahil untuk menjatuhkan hukuman bagi para anggota militan.

"Anda mempertaruhkan nyawa untuk menangkap teroris lalu pengadilan melepas mereka. Jika mereka dibunuh maka mereka tidak akan kembali lagi," kata sumber itu.

 Penggemar bola voli 

Meski kekerasan kerap terjadi di Pakistan, namun serangan di Peshawar itu sangat mengejutkan negeri itu yang secara tradisional perempuan dan anak-anak selalu dilindungi meski dalam kondisi perang.

Enam orang anggota Taliban yang diwawancarai Reuters memastikan bahwa otak serangan di Peshawar adalah Umar Mansoor. Empat dari mereka mengatakan Umar sangat dekat dengan Mullah Fazlullah pemimpin Taliban Pakistan yang juga pernah memerintahkan penembakan terhadap Malala Yousafzai.

"Umar Mansoor memiliki perangai keras sejak anak-anak. Dia selalu berkelahi dengan anak-anak lain," kata salah seorang anggota Taliban.

Umar Mansoor yang bergabung dengan Taliban pada 2007 memiliki nama panggilan "nary" yang dalam bahasa Pashto berarti "langsing". Dia memiliki dua anak perempuan dan satu anak laki-laki.

"Mansoor suka bermain bola voli. Dia adalah pemain bola voli yang baik," ujar seorang anggota Taliban.

Dalam video itu Umar digambarkan sebagai seorang "amir" atau pemimpin Taliban di Peshawar dan kawasan Darra Adam Khel. Sejak awal Mansoor selalu menolak untuk berbicara dengan pemerintah.

"Dia sudah bersikap tegas sejak awal bergabung dengan Taliban. Dia menentang para komandan yang dianggap lemah karena mau berunding dengan pemerintah," ujar seorang komandan Pakistan.
Bagaimana Taliban Pakistan Berkembang Jadi Kekuatan Mematikan? Taliban Pakistan

T
aliban Pakistan, yang secara resmi dikenal sebagai Tehrik-i-Taliban Pakistan atau TTP, merupakan sebuah organisasi payung yang longgar dan semakin terpecah yang pernah mewakili sekitar 30 kelompok militan. Kelompok itu secara resmi didirikan tahun 2007 oleh seorang komandan militan terkemuka, Baitullah Mehsud, dan selama bertahun-tahun kelompok itu dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya, seperti Al Qaeda, berbasis di daerah suku Pashtun di Pakistan barat laut, khususnya di Waziristan Utara dan Selatan.

Banyak komandan Taliban Pakistan telah bertempur di Afganistan sebagai bagian dari gerakan yang pernah meraih kekuasaan di Kabul. Saat pasukan AS menggulingkan gerakan itu tahun 2001, banyak pemimpinnya yang melarikan diri dengan melintasi perbatasan ke Pakistan. Orang-orang Pakistan di antara kelompok itu kemudian menjadi tuan rumah bagi rekan-rekan Afganistan mereka, serta ratusan militan Al Qaeda, dengan menyediakan bagi mereka tempat tinggal, dukungan logistik, dan anggota-anggota baru.

Atas tekanan AS, tentara Pakistan melakukan sejumlah upaya yang sifatnya sementara untuk menghancurkan tempat-tempat persembunyian kelompok itu tahun 2003 dan 2004, tetapi upaya itu sudah terlambat. Para milisi suku, yang sudah diperkaya dan diradikalisasi oleh para tamu Al Qaeda mereka, menderita akibat langkah militer tersebut. Amerika Serikat menyebut Taliban Pakistan sebagai organisasi teroris pada September 2010.

Kelompok itu patuh kepada pemimpin Taliban Afganistan, Mullah Mohammed Omar, dan bekerja sama erat dengan gerakan Afganistan dalam pemberontakan di Afganistan, dengan menyediakan anggota, logistik, dan basis untuk Taliban Afganistan. Taliban Pakistan telah melatih dan mengirim ratusan pengebom bunuh diri dari wilayah kesukuan Pakistan ke Afganistan.

Kelompok itu membangun sebuah hubungan dekat dengan Jaringan Haqqani, afiliasi yang paling radikal dari Taliban Afganistan, yang berada di balik sejumlah serangan bunuh diri di dalam dan sekitar Kabul dan Afganistan timur. Kelompok tersebut juga bekerja sama dan memberikan tempat aman bagi para operator Al Qaeda, termasuk pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri.

Luasnya kerja sama kaum militan di daerah kesukuan itu telah menjadi hal rumit bagi badan intelijen militer Pakistan, yang sudah lama memberikan dukungan bagi Afganistan dalam menghadapi Taliban, bahkan saat pihaknya sendiri sedang berupaya untuk melawan Taliban Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu serangan Taliban Pakistan yang paling signifikan pada 2014 adalah sebuah pengepungan berani terhadap bandara internasional Karachi pada bulan Juni. Serangan tersebut, di mana sekelompok penyerang berjumlah 10 orang bertempur melawan pasukan keamanan selama berjam-jam, menewaskan 13 orang. Dalam beberapa hari, sebuah serangan udara dan darat yang intensif dimulai terhadap para pemimpin Taliban yang bermarkas di Waziristan Utara. Serangan itulah, yang menurut seorang juru bicara Taliban, memicu serangan pembalasan kaum militan di Peshawar pada Selasa (16/12/2014) yang menewaskan 142 anak sekolah dan guru Pakistan.

Pada September 2013, Taliban Pakistan melancarkan salah satu serangan paling mematikan yang pernah ada, yaitu dengan mengirim sejumlah pengebom bunuh diri ke Gereja All Saints yang bersejarah di Peshawar. Gereja itu merupakan simbol kerja sama antara Muslim dan Kristen. Setidaknya, 120 orang tewas dalam serangan itu dan sesudahnya.

Tahun 2012, Taliban Pakistan menembak Malala Yousafzai, seorang anak sekolah Pakistan di Lembah Swat, karena mendukung pendidikan terhadap anak perempuan. Malala kemudian memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 2014 dan menjadi simbol tentang kekerasan tanpa pandang bulu dan penaklukan terhadap perempuan dan anak perempuan kelompok itu di seluruh dunia.

Mehsud juga diduga berada di balik pengeboman bunuh diri yang menewaskan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada Desember 2007.

Di bawah Hakimullah Mehsud, yang mengambil alih komando Taliban Pakistan setelah kematian Baitullah Mehsud, kelompok itu menunjukkan aliansi yang erat dengan Al Qaeda.

Kelompok Taliban Pakistan kini dipimpin Maulana Fazlullah, seorang pemimpin militan yang diduga sedang bersembunyi di sisi perbatasan Afganistan. Fazlullah dipandang sebagai sosok yang mungkin menjadi pembawa damai dalam kancah militan Pakistan ketika dia dipilih untuk memimpin Taliban setelah pemimpin sebelumnya, Hakimullah Mehsud, tewas dalam serangan udara AS pada November 2013.

  Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...