Jumat, 12 Februari 2016

Curi Ikan, Nelayan Myanmar Tewas Ditembak Tentara

KAL Viper

Satu dari 4 orang nelayan warga negara Myanmar tewas ditembak oleh petugas patroli TNI AL di Perairan Selat Malaka.

Keempat nelayan disergap petugas saat melakukan pencurian ikan dengan menggunakan kapal KF5615 berbendera Malaysia, di wilayah perairan Indonesia tepatnya di seputaran Pulau Salah Nama.

Danlantamal I Belawan, Laksma TNI Yudo Margono, Kamis (11/2) kepada wartawan mengatakan petugas terpaksa melakukan penembakan karena saat hendak ditangkap para nelayan mencoba melarikan diri. Bahkan mereka mencoba menabrak kapal patroli petugas saat dilakukan penghadangan.

Saat dikejar mereka melarikan diri sambil mau menabrak KAL Viper, sehingga dilakukan tembakan peringatan tapi tidak mau berhenti. Saat ditembak ke lambung kapal, baru mereka berhenti, dan saat diperiksa, seorang diantaranya ditemukan tewas,” katanya.

Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit dan 3 ABK lainnya menjalani pemeriksaan. Petugas sendiri kesulitan memintai keterangan karena kendala bahasa. (samosir/sir)

  ★ Poskota  

Panglima TNI Terima Kasal Brunei Darussalam

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Brunei Darussalam Laksma Pengiran Dato Seri Pahlawan Norazmi bin Pengiran Haji Muhammad beserta beberapa Stafnya, melakukan kunjungan ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/2/2016).

Kunjungan tersebut dalam rangka Courtessy Call dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kedatangan Laksma Pengiran Dato Seri Pahlawan Norazmi bin Pengiran Haji Muhammad beserta rombongan diterima langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) M. Achmad Faridz W., S.E., Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaeman, dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Suselo, di Ruang Tamu Panglima TNI, Mabes TNI Cilangkap.

Kunjungan Kasal Brunei Darussalam Laksma Pengiran Dato Seri Pahlawan Norazmi bin Pengiran Haji Muhammad yang baru saja menggantikan Admiral Laksma Dato Sri Pahlawan Abdul Aziz Haji Muhammad Tamit dalam rangka memperkenalkan diri dan membicarakan tentang peningkatan kerja sama di bidang pertahanan antara Pemerintah Indonesia dengan Brunei Darusalam, khususnya Angkatan Laut.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

  ★ Poskota  

[Foto] Penyergapan Kendaraan Milik Teroris

Aksi pasukan Gultor Raider/700 Pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor) Yonif Raider/700 melakukan penyergapan kendaraan milik teroris saat simulasi penanggulangan teroris di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2).  [Antara/Yusran Uccang]

Pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor) Yonif Raider/700 melakukan penyergapan di markas teroris saat simulasi penanggulangan teroris disel-sela serah terima jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Infantri 700/Rider di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2/2016). Simulasi pasukan Gultor Raider/700 tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan Gultor dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Simulasi pasukan Gultor Raider/700 tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan Gultor dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor) Yonif Raider/700 melakukan penyergapan di markas teroris saat simulasi penanggulangan teroris disel-sela serah terima jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Infantri 700/Rider di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2/2016). Simulasi pasukan Gultor Raider/700 tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan Gultor dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Simulasi penanggulangan teroris disel-sela serah terima jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Infantri 700/Rider di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2/2016).
Pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor) Yonif Raider/700 melakukan penyergapan kendaraan milik teroris saat simulasi penanggulangan teroris disel-sela serah terima jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Infantri 700/Rider di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2/2016). Simulasi pasukan Gultor Raider/700 tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan Gultor dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Pasukan Penanggulangan Teroris (Gultor) Yonif Raider/700 membebaskan sandera dari tangan teroris saat simulasi penanggulangan teroris disel-sela serah terima jabatan Komandan Batalyon (Danyon) Infantri 700/Rider di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/2/2016). Simulasi pasukan Gultor Raider/700 tersebut untuk meningkatkan kemampuan pasukan Gultor dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

  ★ okezone  

Pesawat khusus ekonomis jadi keunggulan PT DI

Setelah N219 merambah ke N245 Ilustrasi N219 PT DI

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengungkapkan jenis pesawat yang didesain secara khusus dan memiliki harga yang kompetitif di segi ekonomi dianggap menjadi keunggulan produk pesawat Indonesia.

"Kami kelebihannya cuma satu, kalau ada yang minta pesawat spesial, biasanya kita bisa lebih kompetitif dibanding perusahaan lain," kata Budi di Bandung, Kamis.

Budi mencontohkan untuk pesawat yang biasa digunakan sebagai pesawat patroli udara, perusahaan perakitan pesawat terbang tersebut dapat menambahkan fitur integrasi antara satu peralatan dengan peralatan lain. Meski demikian, pesawat tersebut dibuat kompetitif dari sisi ekonomis.

Ia juga tak menampik PT DI tidak bisa bersaing secara nilai ekonomis apabila pesawat yang diproduksi merupakan jenis standar.

Perusahaan industri pesawat terbang di negara lain bisa memproduksi pesawat secara massal yang membuatnya bisa menekan harga jual ke pasaran.

"Negara lain mungkin produksinya lebih massal dari kami. Itu akan susah secara ekonomis untuk berkompetisi. Kalau makin banyak makin murah kan," kata dia.

Budi mengatakan saat ini PT DI sedang mencoba merambah pasar pesawat komersial selain memproduksi pesawat alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Pesawat angkut sipil, kata Budi, memiliki pasar yang jauh lebih banyak ketimbang pasar pesawat militer.

Pemerintah Indonesia juga meminta agar perusahaan BUMN tersebut mulai memproduksi pesawat-pesawat komersial agar tetap bisa eksis tanpa harus bergantung pada pesanan pesawat alutsista.

Namun demikian, kata Budi, bukan berarti PT DI mengurangi produk alutsistanya. "Tapi dengan hidup di pesawat komersial ini kami juga masih punya kemampuan membuat alutsista. Biasanya semua perusahaan yang membuat alutsista juga membuat pesawat komersial," kata Budi.

Budi yang juga pernah memimpin PT Pindad mencontohkan perusahaan Boeing yang terkenal dengan produk pesawat komersialnya juga banyak memproduksi alutsista.

"Boeing kan terkenalnya pesawat komersial, tapi lebih dari 50 persen penjualannya itu alutsista," ujar Budi.

Saat ini PT DI sudah mengeluarkan produk pesawat komersial N219 dan sedang mengembangkan pesawat komersial terbarunya yakni N245.

  ★ antara  

Minim Anggaran, Spesifikasi Pesawat Dikurangi

Membuat pesawat tidak bisa berfungsi maksimal. infografis kronologi pesawat Super Tucano

Sebagian besar kontrak pengadaan alat utama sistem persenjataan dan pesawat baru milik TNI Angkatan Udara terkendala anggaran yang minim. Untuk menghemat pengeluaran, seringkali pesawat yang baru dibeli tidak dihadirkan dengan spesifikasi yang lengkap. Kekurangan itu biasanya akan dilengkapi kemudian saat anggaran mencukupi.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq mengatakan, pengurangan spesifikasi tersebut ditengarai meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan pesawat milik TNI AU. Salah satu contohnya, pesawat tempur taktis Super Tucano TT-3108 yang jatuh di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2/2016).

"Seperti banyak pesawat milik TNI AU yang kita beli, pesawat Super Tucano juga saat pengadaan terpaksa dikurangi sejumlah spesifikasinya. Masalahnya, anggaran kita memang minim," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, Kamis (11/2/2016) di Jakarta.

Spesifikasi yang dikurangi dari pesawat TNI AU umumnya mencakup komponen persenjataan dan berbagai jenis radar. Mahfudz mengatakan, pengurangan spesifikasi itu membuat pesawat tidak bisa berfungsi maksimal.

Hal itu bisa berakibat pada rentannya pesawat mengalami gagal terbang atau justru kecelakaan. Namun, ia mengakui tidak mengetahui secara rinci spesifikasi apa saja yang dikurangi dari 16 unit Super Tucano.

"Itu juga menjelaskan, mengapa pesawat Super Tucano yang relatif baru dan baru saja menjalani perawatan dan pemeliharaan, bisa gagal terbang dan jatuh menukik," kata Mahfudz.

Di sisi lain, selain kontrak pembelian pesawat yang banyak kekurangan, anggaran dan sistem pemeliharaan dan perawatan pesawat pun belum memadai. Hal itu juga berkontribusi pada buruknya kondisi pesawat yang baru dibeli.

"Kuncinya memang di anggaran, maka berikutnya, kami berharap pemerintah bisa berkomitmen lebih untuk menjamin anggaran pengadaan alutsista untuk kepentingan pertahanan," tutur Mahfudz.

Pesawat Super Tucano yang jatuh relatif baru. Super Tucano, menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, adalah buatan tahun 2003 dan didatangkan ke Indonesia pada 2012. TNI AU membeli 16 unit pesawat, tetapi ada empat pesawat yang belum tiba. Saat pertama kali didatangkan, menurut Ryamizard, pesawat-pesawat produksi Embraer, Brasil, itu dalam keadaan baik (Kompas, 11/2/2016).

Evakuasi selesai

Evakuasi badan pesawat tempur taktis Super Tucano TT-3108 yang jatuh di permukiman padat penduduk, Jalan LA Sucipto, Kota Malang, Jawa Timur, selesai pada Kamis (11/2/2016) pukul 11.00. Komponen penting pesawat seperti mesin dan rekaman data penerbangan sudah diambil dari reruntuhan pesawat.

"Hari ini kami melanjutkan evakuasi serpihan pesawat yang tersisa, dan semua sudah diangkat. Flight data recorder juga sudah ditemukan sehingga evakuasi dihentikan. Setelah ini TKP kami serahkan ke Polresta Malang," kata Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang Kolonel Penerbang Fairlyanto.

Ia mengungkapkan, penyebab jatuhnya pesawat tempur yang dibeli tahun 2010 (tiba di Indonesia tahun 2012) belum diketahui. "Setelah ini akan dilakukan pembacaan flight data recorder untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Investigasi ini akan dilakukan secepatnya oleh tim khusus yang sudah dibentuk," kata Fairlyanto.

Dari evakuasi diketahui bahwa komponen utama pesawat terbenam sedalam lebih kurang 3 meter. Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna sebelumnya mengatakan pesawat terus aktif saat jatuh. Kemungkinan propeler di moncong pesawat terus aktif sehingga pesawat bisa masuk ke dalam tanah.

Selain evakuasi bangkai pesawat, pada hari ini juga dilakukan pemakaman juru mesin udara Serma Syaiful Arief Rakhman di Taman Makam Pahlawan Suropati, Kota Malang.

Pesawat Super Tucano TT-3108 tersebut jatuh menimpa rumah Mujianto. Kecelakaan itu menyebabkan empat orang tewas, yaitu dua penghuni rumah, Erma Wahyuningtyas (47) dan Nurcholis (27), serta dua awak pesawat Super Tucano yaitu pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah (36) dan juru mesin udara Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman (36).

Dua jenazah warga sipil ditemukan di dalam rumah. Adapun jenazah pilot ditemukan dalam jarak 8 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat (parasut ditemukan 2 km dari lokasi ditemukannya pilot). Sementara jenazah juru mesin udara ditemukan masih berada di dalam kokpit pesawat.

Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Agus Supriatna dalam siaran persnya, Rabu di Malang, menjelaskan bahwa pesawat Super Tucano tersebut sedang melakukan tes terbang setelah dilakukan pemeliharaan selama 300 jam terbang. Pemeliharaan dilakukan setiap 50 jam terbang.

"Pesawat sedang dalam pelaksanaan tes terbang setelah pemeliharaan 300 jam terbang. Profil pertama sudah dicek sejak Selasa. Rabu kemarin dilaksanakan tes terbang dengan profil saat ketinggian 25.000 kaki untuk mencari kecepatan poin 56 mach number. Setelah 15.000 kaki, petugas laporan. Setelah itu dilakukan cek performa melakukan dive angle (menukik) dengan sudut 30 derajat untuk mencari kecepatan 320 knot. Jika sesuai prosedur, seharusnya di ketinggian 8.000 kaki petugas akan mengabarkan posisinya. Namun, rupanya petugas di darat tidak lagi menerima kabar dari kru pesawat Super Tucano," ujar Agus.

  ★ Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...