Rabu, 22 Oktober 2014

[World News] Penampakan Pertama Prototipe Pesawat Angkut KC-390

005Pesawat KC-390 (aereo.jor.br)

Penampakan prototipe pesawat angkut jet KC-390 ini di luncurkan di fasilitas pesawat terbang Embraer di Hawk Peixoto, São Paulo.

Pesawat ini merupakan pesawat terbesar yang pernah dibangun oleh Embraer, Brasil dan mengesankan permirsa untuk pertama kalinya. Dan merupakan sebuah tonggak penting dalam sejarah industri penerbangan di Brasil. Segera, setelah ini akan banyak gambar dan detail tentang peristiwa dan pesawat.!(aereo)

003
002

 ★ Garuda Militer  

Air To Air Refueling Skadron Udara 12 Lanud Rsn

Segenap penerbang tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin baru-baru ini melaksanakan latihan Air to Air Refueling (AAR) atau pengisian bahan bakar di udara menggunakan pesawat Tanker Hercules C-130 A-1309 dari Skadron Udara 32, Lanud Abd, Malang. Di atas ketinggian 10.000 Feet, secara bergantian satu per satu para petempur “Black Panther” melaksanakan AAR di wilayah Training Area, Rama Kiri, Riau.

Pada kesempatan tersebut Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb M. Khairil Lubis yang turut mengawasi pelaksanaan latihan ini menyampaikan bahwa, pelaksanaan Air to Air Refuelling ini bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan pengisian bahan bakar di udara.

“Latihan ini mutlak harus dikuasai oleh seluruh penerbang tempur, mengingat AAR diperlukan untuk meningkatkan daya jelajah pesawat tempur tanpa harus mendaratkan pesawat di pangkalan, kemampuan pelaksanaan AAR ini sangat dibutuhkan pada saat mengemban misi operasi udara dengan radius lebih jauh,” demikian disampaikan Danlanud Rsn, Kolonel Pnb M. Khairil Lubis.
Pesawat Hawk 100/200 merupakan jet tempur buatan British Aerospace yang mampu mengemban misi air superiority dan ground attack sekaligus merupakan varian Hawk pertama yang bisa melakukan in-flight refuelling. Inflight-refueling probe merupakan perangkat pengisian bahan bakar di udara yang meningkatkan radius tempur pesawat menjadi lebih jauh tanpa harus Landing di pangkalan.

Bila diasumsikan, kemampuan pesawat Hawk dengan kapasitas Fuel sebanyak 2.800 Pon mampu menjangkau hingga radius 250 NM, dengan pelaksanaan AAR ini kemampuan tempur pesawat Hawk 100/200 bisa menjadi dua kali lipatnya menjadi 500 NM.

Latihan AAR yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb Jajang Setiawan ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari. Sedangkan untuk pesawat tankernya dipiloti oleh Mayor Pnb Subhan dengan 17 Crewnya.

Pada pelaksanaan latihan ini, para penerbang Hawk 100/200 melaksanakan secara “dry” memasukkan AAR Probe ke Hose pesawat tanker tanpa mengalirkan fuel dan secara “wet” atau langsung mengalirkan fuel dari tanker ke pesawat tempur Hawk. Penguasaan teknik AAR mutlak harus dikuasai oleh penerbang, baik penerbang Skadron Udara 12 maupun penerbang Skadron Udara 32, selain itu ketelitian, kecermatan dan kehati-hatian seluruh Air Crew sangat dibutuhkan selama pelaksanaan latihan berlangsung.

  ★ TNI AU  

SBY Sudah Bangun Kekuatan Militer, Tapi Masih Kurang‏

Pengamat militer Pambudidoyo menilai pembangunan kekuatan militer di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang sudah sangat berkembang. Namun masih ada kekurangan yang mendasar. "Dari skala 1-10 saya beri nilai 7. Selama Indonesia merdeka tak ada pemimpin yang membuat dasar-dasar pembangunan pertahanan termasuk SBY," kata Pambudi saat diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/10).

Meski menurut Pambudi, SBY sudah meletakkan dasar-dasar peningkatan kekuatan militer, namun kalangan militer masih bingung tentang petunjuk pelaksanaan tugas-tugasnya. "Betul SBY sudah meletakkan dasar-dasarnya, tapi masalahnya ada satu kekurangan, tak ada juklak dalam pembangunan kekuatan pertahanan," imbuhnya.

Pambudi juga menilai dalam membuat kebijakan dibidang militer, SBY cenderung menggunakan cara-cara politis. Kedepan, ia berharap ada payung hukum dalam pembangunan kekuatan militer. "Di satu sisi, SBY menggunakan cara-cara politis dalam mengambil keputusan. Memang ada Undang-Undang Pertahanan, tapi tak ada payung hukumnya. Kedepan harus dibuat payung hukum dalam membangun sektor pertahanan," ujarnya.

  ★ Gatra  

Alat Tempur Pertahanan Indonesia Harus Lebih Baik

Politik kebijakan pertahanan keamanan dan komitmen revitalisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia dalam seputuh tahun terakhir berjalan signifikan.

Demikian disampaikan pengamat alutsista Universitas Pertahanan, Begi R Sutanto, dalam diskusi bertajuk, 'Satu Dasawarsa Kebijakan Pertahanan dan Komitmen Revitalisasi Alutsista,' di Cikini, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

"Ada harapan besar melanjutkan mimpi-mimpi, seperti yang dilakukan negara-negara besar seperti Amerika. Ini mimpi yang harusnya bisa dilakukan dan dijalankan pemerintahan selanjutnya," kata Begi.

Menurutnya, selama sepuluh tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, perkembangan perjalanan perusahan yang bergerak di alutsista seperti Pindad dan Len Industri saat ini cukup menjanjikan.

Tak sedikit produksi alutsista dalam negeri mulai dilirik negara-negara Eropa seperti Turki. Saat ini kemampuan industri alutsista memang masih berjalan di tempat, sehingga konsep ke depan perlu dipikirkan.

Pengamat lainnya Pambudidoyo menambahkan, perkembangan peralatan tempur Indonesia masih dalam tahap kemajuan dasar. Jika menggunakan sistem skoring, nilanya berada di angka tujuh.

"Selama ini kita sendiri tidak punya catatan dasar terkait kemajuan alutsista tanah air," kata Pambudidoyo. Ia mengakui konsep alutsista sudah bagus, sayangnya dalam pelaksanaan di lapangan tidak berjalan baik.

  ★ tribunnews  

[World Article] Kazan Helicopters, Produsen Helikopter Terbaik Dunia

Selama 75 tahun, perusahaan Kazan Helicopters memproduksi helikopter tipe Mi-8 dan Mi-17 tanpa henti hingga saat ini.
Selama 75 tahun, perusahaan Kazan Helicopters memproduksi helikopter tipe Mi-8 dan Mi-17 tanpa henti hingga saat ini.
Di pabrik yang terletak 800 kilometer dari Moskow, tujuh ribu pekerja Kazan Helicopters membuat helikopter terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia aviasi dari tahap paling awal.
Di pabrik yang terletak 800 kilometer dari Moskow, tujuh ribu pekerja Kazan Helicopters membuat helikopter terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia aviasi dari tahap paling awal.
Mi-8 dan modifikasinya yang lebih modern, Mi-17, mulai dikembangkan pada era 1960-an. Hingga saat ini, Mi-8 masih menjadi salah satu helikoper yang paling dicari di dunia.
Mi-8 dan modifikasinya yang lebih modern, Mi-17, mulai dikembangkan pada era 1960-an. Hingga saat ini, Mi-8 masih menjadi salah satu helikoper yang paling dicari di dunia.
Kini, Kazan Helicopters mengeluarkan tiga modifikasi utama Mi-17 yakni kendaraan penumpang, kendaraan kargo, dan kendaraan multifungsi. Kazan Helicopters juga memproduksi helikopter ringan multifungsi Ansat.
Kini, Kazan Helicopters mengeluarkan tiga modifikasi utama Mi-17 yakni kendaraan penumpang, kendaraan kargo, dan kendaraan multifungsi. Kazan Helicopters juga memproduksi helikopter ringan multifungsi Ansat.
Kazan Helicopters berencana melakukan produksi massal helikopter penumpang-angkut yang baru, Mi-38. Produksi tersebut rencananya akan dimulai pada 2015.
Kazan Helicopters berencana melakukan produksi massal helikopter penumpang-angkut yang baru, Mi-38. Produksi tersebut rencananya akan dimulai pada 2015.
Harga satu helikopter Mi-17 mencapai kisaran 14,5-17,5 juta dolar AS, tergantung konfigurasi dan modifikasi yang dilakukan.
Harga satu helikopter Mi-17 mencapai kisaran 14,5-17,5 juta dolar AS, tergantung konfigurasi dan modifikasi yang dilakukan.
Operasional sebuah helikopter merupakan bisnis yang memakan biaya. Sebagai contoh, satu jam penerbangan helikopter Mi-17 mengeluarkan biaya sebesar 3.000-3.500 dolar AS.
Operasional sebuah helikopter merupakan bisnis yang memakan biaya. Sebagai contoh, satu jam penerbangan helikopter Mi-17 mengeluarkan biaya sebesar 3.000-3.500 dolar AS.
Sepanjang sejarah perusahaan, Kazan Helicopters telah menghasilkan lebih dari 12 ribu unit Mi-4, Mi-8, Mi-14, Mi-17, serta Ansat yang dikirimkan ke lebih dari seratus negara.
Sepanjang sejarah perusahaan, Kazan Helicopters telah menghasilkan lebih dari 12 ribu unit Mi-4, Mi-8, Mi-14, Mi-17, serta Ansat yang dikirimkan ke lebih dari seratus negara.
Helikopter buatan Kazan telah melewati lebih dari 50 juta jam terbang di seluruh dunia. Mi-17V-5 ini misalnya, diperuntukkan bagi penerbangan ke Azerbaijan.
Helikopter buatan Kazan telah melewati lebih dari 50 juta jam terbang di seluruh dunia. Mi-17V-5 ini misalnya, diperuntukkan bagi penerbangan ke Azerbaijan.

  RBTH  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...